18.4.17

FAKTOR EKONOMI MEMPENGARUHI JIWA SOSIAL SESEORANG



ARTIKEL PSIKOLOGI SOSIAL
FAKTOR EKONOMI MEMPENGARUHI JIWA SOSIAL SESEORANG
Oleh                : Chatu Septiana
NIM                : 16.310.410.1155
Fakultas           : Psikologi
Universitasi Proklamasi ’45 Yogyakarta
Kondisi masyarakat Indonesia saat ini bias dilihat sendiri yaitu berkelas-kelas. Dari beberapa kelas tersebut nantinya akan mempengaruhi perilaku sosial seseorang. Kebanyakan masyarakat yang berada di kelas atas dalam artian keadaan ekonominya kuat, mereka cenderung jiwa sosialnya berkurang. Dalam artian, mereka hanya bersosial dengan orang yang level kehidupan mereka sama. Bisa dikatakan bahwa hal ini merupakan hal yang sangat miris dan kejam. Tapi memang keadaanya seperti itu sehingga terjadilah kesenjangan sosial.
Kesenjangan sosial ini diakibatkan salahsatunya dengan keadaan ekonmi seseorang yang terlau rendah dan terlalu tinggi. Kebanyakan masyarakat yang berekonomi rendah mereka jiwa sosialnya tinggi karena masih memiliki rasa menghormati terhadap sesama yang kemungkinan keadaan ekonominya tinggi. Sedangakan masyarakat yang tingkat ekonominya tinggi akan cenderung bergaul dengan masyarakat yang ekonominya tinggi pula karena takut jika nantinya bersosial dengan kalangan ekonomi rendah, kekayaan mereka akan berkurang.
Jiwa sosial yang dimiliki seorang yang memiliki tingkat ekonomi tinggi cenderung rendah karena dibatasi oleh gengsi dan gaya hidup. Jika berbicara dengan gengsi maka akan menyentuh di bagian perekonomian. Sebenarnya kehidupan yang membuat tinggi rendahnya jiwa sosial adalah gengsi yang dirasakan seseorang itu sendiri yang membuat jiwa sosial seseorang melemah.
Dari kasus diatas dapat disimpulkan bahwa keadaan ekonomi seseorang mempengaruhi jiwa sosial karena jiwa sosial setiap orang biasanya ditumpangi oleh rasa gensi terhadap sesama.
Sumber:

0 comments:

Post a Comment