19.4.17

BISNIS BERITA HOAXMERUGIKAN BERBAGAI PIHAK





               
ARTIKEL PSIKOLOGI SOSIAL

BISNIS BERITA HOAXMERUGIKAN BERBAGAI PIHAK
PENGARANG : SEPTIANA ABIDIN
NIM                  : 16.310.410.1147
Akhir-akhir ini banyak berita palsu di media sosial. Media sosial yang membuat berita merambat cepat dan menyebar luas di kalangan masyarakat. Bahkan saat ini kebanyakan masyarakat hidup dengan media sosial yang tidak bisa ditinggalkan bahkan sehari saja.
Media sosial kini dimanfaaatkan oleh para pebisnis yang ingin meraih untung dari keterkecohan pengguna media sosial dengan menyebarkan berita palsu atau hoax. Hal ini terjadi dalam kasus di Amerika, atas tidak terimanya masyarakat mengenai diangkatnya Presiden Donald Thrump, memunculkan banyak berita yang tidak seharusnya beredar dimasyarakat.
Kabarnya, penyebearan berita hoax ini dibuat bisnis oleh salah satu kelompok orang yag berjumlah sekitar 40 orang untuk menjalankan bisnisnya. Anggotanya dari pengarang, penerbit, dan tim like supaya mendapatkan atau menjadi hal viral Sekelompok pembisnis berita hoax  tersebut telah merugikan bagi lawan politik maupun kalangan Thrump sendiri. Hal itu jelas-jelas telah terjadi pelanggaran etika dalam membuat iklan atau berita.
Pemilik Googe dan Facebook di Amerika juga sudah menerima peringatan agar tidak memunculkan iklan-iklan yang berbau hoax  maupun berita palsu yang merugikan salah satu pihak. Hal ini digunakan oleh orang yang mementingkan kepentingan ekonominya sendiri.
Media sosial dan peralatan modern memang memudahkan kita, tetapi hendaknya harus diperlukan etika penggunaan bagi para penggunaannya.

Sumber:
Maryoto, Andreas. 2017. Industri Kabar Palsu. KOMPAS, 18 April 2017.

0 comments:

Post a Comment