13.4.17

ARTIKEL PSIKOLOGI UMUM II : MENGENAL FANTASI DALAM PSIKOLOGI



MENGENAL FANTASI DALAM PSIKOLOGI
MENGETAHUI SISI POSITIF DAN NEGATIF DARI FANTASI


NAMA: NURUL WIDIASTONI
NIM: 163104101152
MATA KULIAH: PSIKOLOGI UMUM  II
FAKULTAS PSIKOLOGI UP 45 YOGYAKARTA

                Dalam kehidupan sehari-hari seseorang akan selalu berfantasi atau berkhayal. Membayangkan hal-hal yang akan dilakukan atau di rencanakan di kemudian hari. Dengan berfantasi seseorang akan bisa melepaskan diri sejenak dari keadaan yang di hadapinya (dunia nyata) dan mampu menjangkau ke depan. Berfantasi adalah salah satu gejala pengenalan (kognisi) yang terdapat dalam jiwa seseorang. Berfantasi dapat meningkatkan daya imajinasi dalam menciptakan sesuatu yang baru. Fantasi juga bisa membantu seseorang  menyusun cara atau strategi menghadapi suatu hal yang akan datang.
            Menurut Yanto Subianto (1980), fantasi adalah kemampuan jiwa untuk membentuk tanggapan-tanggapan atau bayangan-bayangan baru. Bimo walgito (1983) juga menjelaskan, dengan fantasi manusia dapat melepaskan diri dari keadaan yang di hadapinya dan menjangkau ke depan menuju ke keadaan yang akan datang.
            Fantasi pada umunya adalah aktivitas yang menciptakan, fantasi di bedakan menjadi fantasi yang menciptakan dan fantasi yang terpimpin. Fantasi yang menciptakan yaitu jenis fantasi yang membentuk sesuatu, seperti seorang pelukis menciptakan lukisan berdasarkan daya fantasinya. Fantasi yang di pimpin yaitu, fantasi yang di tuntun oleh pihak lain,misalnya orang melihat film, orang ini bisa mengikuti apa yang di lihatnya dan dapat berfantasi tentang keadaan atau tempat-tempat yang lain dengan perantaraan film itu.
Seseorang berfantasi dapat di pengaruhi oleh kurang efektifnya waktu kosong (melamun), mempunyai harapan atau cita-cita yang tinggi, kesulitan dalam memecahkan masalah, adanya kelemahan pribadi, dan adanya perasan pesimis terhadap masa depan. Di samping itu fantasi yang dilakukan seseoramg mempunyai dampak positif dan negatif. Di antaranya ,dampak positifnya yaitu, seseorang mampu membuat karya yang kreatif, daya fantasi bisa menyebabkan masuk ke dunia imajiner, fantasi pasif (melamun) seseorang dapat menghibur dirinya sejenak (asal tak terus menerus ). Dampak negatifnya, yaitu melamun tidak begitu merugikan asal dilakukan sebentar dan tidak sering terjadi, karena jika melamun di jadikan kebiasaan seseorang akan menghadapi kesulitan menghadapi masalah di dunia nyata,bukan dunia imajiner.
Dari uraian di atas dapat di simpulkan bahwa fantasi adalah sesuatu yang berhubungan dengan khayalan atau dengan sesuatu yang benar-benar tidak ada (nyata) yang masih berada di benak atau pikiran seseorang. Dengan fantasi aktif seseorang di harapkan mampu melakukan tindakan sebagai wujud hasil dari fantasinya. Jadi tidak hanya di fantasikan atau di bayangkan saja. Selain itu seseorang di harapkan mampu membuat strategi atau rancangan yang baik dan efektif untuk menunjang kehidupannya dalam merealisasikan cita-citanya. Berfantasi memungkinkan seseorang dapat memahami orang lain,bisa melepaskan diri dari keterikatan terhadap tempat dan waktu, dan membantu seseorang bercita-cita.

DAFTAR PUSTAKA :
Walgito, Bimo. (1983). Pengantar Psikologi Umum, Yogyakarta :Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM
Subiyanto, Yanto dan Dedi Suryadi. (1980). Tanya Jawab Pengantar Psikologi. Bandung: Armico
Sumanto. (2014). Psikologi Umum Untuk Mahasiswa,Dosen Dan Masyarakat Umum .Yogyakarta :CAPS (Center of Academic Publishing Service)

0 comments:

Post a Comment