22.4.17

ARTIKEL PSIKOLOGI SOSIAL : PERAN SEKOLAH UNTUK KESEHATAN MENTAL ANAK DAN REMAJA



NAMA             : RATIH SETIYANINGSIH
NIM                 : 16.310.410.1140
MATA KULIAH: PSIKOLOGI SOSIAL

PERAN SEKOLAH UNTUK KESEHATAN MENTAL ANAK DAN REMAJA

Sekolah merupakan salah satu tempat bagi anak dan remaja tumbuh berkembang. Anak dan remaja menghabiskan hampir separuh harinya di sekolah, baik untuk kegiatan pembelajaran di kelas, ekstrakurikuler maupun aktivitas lain. Sebagian anak dan remaja datang ke sekolah dengan gembira. Sekolah menjadi tempat yang menimbulkan rasa aman dan bahagia. Relasi yang baik dengan guru dan teman, kemampuan yang memadai untuk mengikuti pelajaran menjadikan bersekolah sebagai aktivitas yang menyenangkan. Namun, sedikit pula anak dan remaja yang harus berjuang untuk dapat mempertahankan keberadaannya di sekolah. Ketidakmampuan mengikuti pelajaran, kesulitan beradaptasi, tekanan dari lingkungan menjadi hal yang tidak mudah bagi mereka.
Menurut Havigust (1961:5), menyatakan bahwa sekolah mempunyai peran dan tanggung jawab terhadap perkembangan siswa, oleh karena itu sekolah berupaya untuk menciptakan iklim yang kondusif, sehingga dapat memfasilitasi siswa mencapai tugas perkembangannya. Tugas perkembangan tersebut menyangkut aspek kematangan intelektual,sosial,emosional, kematangan dalam mencapai filsafat hidup dan kematangan beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kesehatan mental anak dan remaja memiliki kaitan erat dengan keberhasilan akademik. Penelitian Coleman dan Vaughn (2000), menunjukkan bahwa remaja yang mengalami persoalan emosi dan perilaku di sekolah sering mengalami kegagalan akademik dan interaksi sosial yang negative. Lebih jauh lagi, siswa dengan masalah emosi dan perilaku lebih rentan terlibat dalam perilaku membolos atau terlambat masuk kelas. Mereka juga sering dikeluarkan dari kelas atau sekolah, terkena skorsing, suka mencari perhatian dan memiliki relasi yang buruk dengan teman sebaya (Epstein & Cullian dalam Christner, Mennuti &Whitaker, 2009). Oleh karena itu, menjamin terpenuhinya kesehatan mental siswa merupakan usaha yang tidak dapat dipisahkan dari peran utama sekolah sebagai lembaga pendidikan dan pengajaran.
Sekolah menjadi satu – satunya institusi legal dan formal yang mendampingi anak dan remaja pada sebagian besar waktu mereka. Sekolah pun menjadi tempat yang sangat memungkinkan untuk secara terus menerus mendampingi anak dan remaja dalam mengenali diri, menjaga kesehatan, mengatasi tantangan dan kesulitan, serta memerhatikan berbagai aspek kehidupan mereka sejak dini. Secara alamiah, sekolah dengan efektif akan mampu mendeteksi permasalahan anak dan remaja.
Program kesehatan mental berbasis sekolah memiliki dampak jangka panjang dan luas, terutama bagi siswa yang berada dalam kelompok rentan. Bagi kelompok rentan ini, misalnya anak dengan gangguan kesehatan mental, anak keluarga miskin dan anak yang mengalami hambatan perkembangan, program kesehatan mental berbasis sekolah dapat mencegah kemunculan atau mengurangi derajat permasalahan pada saat ini yang nantinya akan terus terbawa hingga masa dewasa (World Health Organization, 2010).
Dari ulasan diatas, disimpulkan bahwa sekolah mempunyai peran penting terhadap pengembangan kesehatan mental anak dan remaja. Sekolah harus mengembangkan usaha yang baik dan berguna bagi kesehatan mental siswa dengan cara menyediakan konseling dan bekerja sama dengan penyedia layanan kesehatan seperti Puskesmas dan Rumah Sakit.  Keikutsertaan guru dan pihak sekolah lainnya sangat dibutuhkan dalam pembentukan karakter dan kesehatan mental siswa untuk mencegah timbulnya masalah pada siswa sebelum hal tersebut terjadi. Orang tua juga harus mendukung dan memberi perhatian khusus terhadap program – program yang diadakan oleh sekolah untuk kemajuan perkembangan kesehatan mental anaknya agar bisa membawa dampak positive hingga masa dewasa.


DAFTAR PUSTAKA:
Saptandari, Edilburga Wulan. (2012). Psikologi Untuk Kesejahteraan Masyarakat. Yogyakarta:Pustaka Pelajar, 43-60.








0 comments:

Post a Comment