22.4.17

Artikel : Pengungkapan Diri





ARTIKEL : PENGUNGKAPAN DIRI

Oleh :

NIKEN LARASATI
16.310.410.1135
PSIKOLOGI SOSIAL I

            Dalam suatu interaksi antara individu  dengan orang lain, apakah orang lain akan menerima atau menolak kita, bagaimana kita ingin orang lain mengetahui tentang kita akan ditentukan oleh bagaimana individu dalam mengungkapkan dirinya.
            Pengungkapan diri (self-disclosure) adalah proses menghadirkan diri yang diwujudkan dalam kegiatan membagi perasaan dan informasi dengan orang lain (Wrightsman, 1987).
            Menurut Morton, pengungkapan diri merupakan kegiatan membagi perasaan dan  informasi yang akrab dengan orang lain. Informasi di dalam pengungkapan diri ini bersifat deskriptif atau evaluatif. Deskriptif artinya individu melukis berbagai fakta mengenai diri sendiri yang mungkin belum diketahui oleh pendengar seperti, jenis pekerjaan, alamat, usia. Sedangkan evaluatif artinya individu mengemukakan pendapat atau perasaan pribadinya seperti tipe orang yang kita sukai atau hal-hal yang kita sukai atau kita benci.
            Pengungkapan diri ini dapat berupa berbagai topik seperti informasi perilaku, sikap, perasaan, keinginan, motivasi dan ide yang sesuai dan terdapat di dalam diri orang yang bersangkutan. Kedalaman dari pengungkapan diri seseorang tergantung pada situasi dan orang yang diajak untuk berinteraksi.
            Dalam proses pengungkapan diri nampaknya individu yang terlibat memiliki kecenderungan mengikuti norma resiprok (timbal balik). Bila seseorang menceritakan sesuatu yang bersifat pribadi pada kita, kita akan cenderung memberikan reaksi yang sepadan.
            Seseorang yang mengungkapkan informasi pribadi yang lebih akrab daripada yang kita lakukan akan membuat kita merasa terancam dan kita akan lebih senang mengakhiri hubungan semacam ini. Bila sebaliknya kita yang mengungkapkan diri terlalu akrab dibandingkan orang lain, kita akan merasa bodoh dan tidak aman (Sears, dkk, 1988).
            Kebudayaan juga memiliki pengaruh dalam pengungkapan diri seseorang. Setiap bangsa dengan corak budaya masing-masing memberikan batas tertentu sampai sejauh mana individu pantas atau tidak mengungkapkan diri. 

SUMBER : 

Hudaniah Tri Dayakisni. 2003. Psikologi Sosial. Malang: UMM Press

0 comments:

Post a Comment