22.4.17

ARTIKEL : KONSEP DIRI DALAM INTERAKSI SOSIAL



ARTIKEL : KONSEP DIRI DALAM INTERAKSI SOSIAL

Oleh :

NIKEN LARASATI
16.310.410.1135
PSIKOLOGI SOSIAL I

Konsep diri adalah keyakinan yang dimiliki individu tentang atribut (ciri-ciri sifat) yang dimilikinya (Brehm & Kassin, 1993). Atau dapat dimengerti sebagai pengetahuan dan keyakinan yang dimiliki individu tentang karakteristik atau ciri-ciri pribadinya (Worchel,dkk. 2000).
            Kita mempelajari siapakah diri kita adalah melalui pengalaman khususnya interaksi kita dengan orang lain. Salah satu cara kita mempelajari tentang diri kita dari interaksi sosial adalah dengan menemukan apa yang orang lain pikirkan tentang kita.
            Proses persepsi mengenai sisi baik atau buruk berdasarkan pada apa yang orang lain pikirkan tentang kita disebut dengan penaksiran yang direfleksikan (reflected apparaisals). Ini adalah proses yang paling penting yang mempengaruhi konsep diri kita.
            Istilah reflected appraisal menunjuk pada ide bahwa kita menaksir diri kita sendiri dengan merefleksikan atau bercermin dari bagaimana orang lain menaksir kita. Charles Hurton Cooley (1902) menyebut konsep ini dengan “looking-glass self”.
            Kita membayangkan apa yang orang lain pikirkan tentang kita dan apa yang kita pikirkan mereka berpikir tentang kita mempengaruhi evaluasi diri kita.  Goerge Herbert Mead (1934) menggunakan ide yang sama, bahwa menaruh perhatian pada pendapat/opini tentang kita terutama dari orang-orang yang penting dalam kehidupan kita (significant others).
            Di samping itu, psikolog sosial juga menemukan ada cara lain yang digunakan untuk mempelajari  tentang diri selama interaksi sosial yaitu melalui proses yang disebut dengan perbandingan sosial (social comparison).

SUMBER :

Gerungan. 1996. Psikologi sosial. Bandung: PT ERESCO
Hudaniah Tri Dayakisni. 2003. Psikologi Sosial. Malang: UMM Press

0 comments:

Post a Comment