14.4.17

ARTIKEL: MENURUNKAN STRES DENGAN METODE RELAKSASI

Menurunkan Stres dengan Metode Relaksasi 
Wahyu Relisa Ningrum
15.310.410.1087
Psikologi Abnormal


       Stres merupakan reaksi fisiologis yang umum dari tubuh terhadap tekanan-tekanan yang mengenainya (Selye dalam Zimbardo & Gerrig dalam Subekti, dkk, 2011). Menurut Pestonje(1992) dalam Subekti, dkk, stres yaitu suatu kondisi organisme yang timbul dari interaksi dengan lingkungannya.
        Individu mengalami stres yang berkepanjangan disebabkan gaya hidup yang serba cepat, tuntutan hidup dan tuntutan kerja. Gaya hidup tersebut membuat individu selalu berada dalam ketegangan sehingga muncul stres.  
       Ada tiga tahapan stres fisiologis yang dianggap membahayakan yaitu tahap reaksi tanpa bahaya, tahap penolakan dan tahap kelelahan. Ketiga tahap tersebut disebut dengan GAS(General Adaptive Syndrome). Karena dapat menyelesaikan dan bertahan dari efek yang tidak menyenangkan. Pada tahap reaksi tanpa bahaya terjadi ketegangan dan seluruh organ tubuh siaga dalam menghadapi stresor. Kedua adalah tahap dimana individu berupaya mengatasi ketegangan dengan coping, apabila coping gagal maka berakibat berlanjut ke tahap ketiga. Yaitu mulai terjadi kelelahan organ tubuh, kerentanan organ sehingga muncul gangguan fisiologis (Zimbardo & Gerrig dalam Subekti, dkk, 2011).
    Relaksasi adalah salah satu cara yang dapat diterapkan untuk mengatasi gangguan stres. Relaksasi merupakan teknik mengurangi ketegangan dan kecemasan dengan latihan melemaskan otot tubuh pada saat dibutuhkan. Setelah melakukan relaksasi beberapa sesi, individu akan mampu menjadi rileks dengan relatif cepat dan waktu yang singkat tanpa bantuan terapis (Kazdin, 1994; Beck, Stanley, Baldwin, Deagle, Dan Averill, 2001 dalam Subekti, dkk, 2011). 
     Penelitian sebelumnya tentang manfaat relaksasi telah dilakukan di Indonesia (Prawitasari, 1989; Utami, 1991; Sutrisno, 1998 dalam Subekti, dkk, 2011). Di luar negeri telah banyak dilakukan antara lain penelitian Dendato dan Diener (1986) tentang terapi relaksasi dan kognitif yang terbukti efektif mengurangi kecemasan meskipun tidak meningkatkan prestasi akademik pada remaja. 
    Munculnya stres dapat dipengaruhi oleh tingkat kemampuan individu dalam menyesuaikan diri terhadap segala perubahan yang terjadi dalam interaksi dengan lingkungannya. Stres yang dialami setiap individu pun berbeda-beda. Apabila individu berhasil melakukan coping maka stres akan menurun, salah satu cara untuk menurunkan atau mengurangi ketegangan dan kecemasan adalah dengan metode relaksasi. 

Daftar Pustaka:

Subekti, T dan Utami M. S. (2011). Metode Relaksasi Untuk Menurunkan Stress dan Keluhan Tukak Lambung pada Penderita Tukak Lambung Kronis. Jurnal Psikologi. Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Volume 38, No.2, (148-152). https://jurnal.ugm.ac.id/jpsi/article/download/7649/5929. Diakses tanggal 10 April 2017.

0 comments:

Post a Comment