24.4.17

Artikel : Mengenal Kelekatan dan Konsep Diri Seorang Anak



Mengenal Kelekatan dan Konsep Diri Seorang Anak
Meissy Bella Sari
163104101143
Psikologi Umum II


 
Dalam dunia yang semakin tanpa batas ini, tidak memungkinan bangsa atau sekelompok orang untuk hidup sendiri Interdependensi sebagai cirri dari perkembangan global, membutuhkan keterampilan dalam menjalin hubungan interpersonal.
            Salah satu teori hubungan interpersonal yang akhir-akhir ini mendapatlan perhatian adalah teori kelekatan dari Bowbly, yang dicoba digunakan untuk memberikan landasan berpikir mengenai hubungan gaya kelekatan pada masa dewasa dan teori self.
Self dapat dipandangn dari perspektif ABC yaitu Affection, Behanvior, dan Cognition (Brehm & Kassin, 1993).Komponen kognitif dari sikap adalah bagaimana seseorang mengetahui diri sendiri dan mengembangkan konsep diri sendiri, meningkatkan harga diri, dan mengatasi ancaman-ancaman terhadap harga diri. Komponen perilaku dari self adalah bagaimana cara seseorang mempresentasikan diri sendiri kepada orang lain dan meregulasikan perilakunya sesuai dengan tuntutan interpersonal.
            Dalam kaitannya dengan kelekatan apabila figure lekat atau pengganti selalu memberikan respon positif pada saat-saat yang dibutuhkan, anak akan mempunyai keyakinan atau model mental diri sebagai orang yang dapat dipercaya, penuh perhatian dan memandang diri secara positif dan dihargai, sehingga self-schema dan personal-schema akan berkembang secara positif salah satunya adalah mempunyai konsep diri yang matang.
            Maka dalam upaya meningkatkan konsep diri anak factor kelekatan orang tua menjadi factor penting. Pengganti objek lekat menjadi factor penting dalam kehidupan masa kini terutama bagi perempuan bekerja yang bekerja dan berkarier dimana sebagian waktunya tersita untuk bekerja.

Daftar Pustaka
Helmi, Avin Fadilla (1999). Gaya Kelekatan dan Konsep Diri. Jurnal Psikologi, No 1, 9-17

0 comments:

Post a Comment