30.3.17

Artikel: Teori Tentang Hubungan Sikap dan Perilaku Manusia Dalam Perspektif Psikologi Sosial

Artikel: Teori Tentang Hubungan Sikap dan Perilaku Manusia Dalam Perspektif Psikologi Sosial


Nama: Irwanto
NIM. 16.310.410.1125
Mata Kuliah: Psikologi Sosial 1

Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta


Psikologi secara umum dapat didefinisikan sebagai disiplin ilmu yang fokus pada perilaku dan berbagai proses mental. Selain fokus pada perilaku dan proses mental, Psikologi juga memusatkan perhatian pada bagaimana perilaku dan berbagai proses mental tersebut dipengaruhi oleh kondisi mental individu dan lingkungan eksternal. Psikologi bertujuan mendeskripsikan perilaku. Salah satu tujuan dari Psikologi adalah untuk menggambarkan perilaku. Contohnya, bagaimanakah proses mental dan perilaku anak-anak autistik. Gambaran tentang hal ini dapat diperoleh dengan mempelajari Psikologi.
Psikologi bertujuan menjelaskan perilaku. Psikologi bertujuan untuk menjelaskan hal-hal apa yang menjadi penyebab munculnya sebuah perilaku. Contohnya psikologi menjelaskan hal-hal apa yang menyebabkan seorang desainer mampu menghasilkan karya yang monumental sekaligus fungsional? Apa yang menyebabkan siswa berprestasi akademik baik tergoda untuk menyontek?. Psikologi sosial merupakan disiplin yang telah lama ada (sejak Plato dan Aris totle), namun secara resmi, disiplin ini menjadi satu ilmu yang mandiri baru sejak tahun 1908. Pada tahun itu ada dua buku teks yang terkenal yaitu ”Introduction to Psychology: An Outline and Source Book, ditulis oleh Ross, seorang sosiolog. Berdasarkan latar belakang penulisnya maka dapat dipahami bahwa psikologi sosial bisa di”claim” sebagai bagian dari psikologi, dan bisa juga sebagai bagian dari sosiologi. Psikologi sosial juga merupakan pokok bahasan dalam sosiologi karena dalam sosiologi dikenal ada dua perspektif utama, yaitu perspektif struktural makro yang menekankan kajian struktur sosial, dan perspektif mikro yang menekankan pada kajian individualistik dan psikologi sosial dalam menjelaskan variasi perilaku manusia. Di Amerika disiplin ini banyak dibina oleh jurusan sosiologi di American Sociological Association terdapat satu bagian yang dinamakan ”social psychological section”, sedangkan di Indonesia, secara formal disiplin psikologi sosial di bawah binaan fakultas psikologi, namun dalam prakteknya tidak sedikit para pakar sosiologi yang juga menguasai disiplin ini sehingga dalam berbagai tulisannya, cara pandang psikologi sosial ikut mewarnainya. Psikologi bertujuan memprediksi perilaku. Psikologi bertujuan untuk memprediksi bagaimana seseorang berperilaku A, B atau C dalam situasi tertentu. Misalnya Psikologi memprediksi bahwa dalam menghadapi Ujian Nasional, siswa serta guru SMA akan mengalami kecemasan. Jika perusahaan memberlakukan peraturan X, Y atau Z, maka karyawan akan berlaku A, B atau C. Psikologi bertujuan mengendalikan perilaku. Psikologi bertujuan untuk mengendalikan perilaku seseorang. Contohnya insentif berupa bonus sekian rupiah yang diberikan kepada karyawan pada saat ia mencapai target perusahaan. Dengan cara ini, karyawan menjadi terus termotivasi untuk selalu bekerja keras. Menggunakan psikologi, perusahaan berupaya mengendalikan perilaku karyawan agar selalu menampilkan performa kerja yang produktif. Jadi, untuk apa seseorang belajar ilmu Psikologi? Untuk apa seorang mahasiswa Teknik Sipil maupun Akuntansi yang urusannya hitung menghitung belajar tentang perasan dan pemikiran manusia. Apakah mahasiswa Teknik Informasi yang sehari-hari berurusan dengan komputer dan program perlu belajar Psikologi. Begini, Psikologi dapat memberikan kontribusi pada kehidupan individu.
Sering berpikir bahwa yang namanya dunia psikologi adalah dunia yang berkaitan dengan persoalan perasaan, motivasi, kepribadian, dan yang sejenisnya. Dan kalau berpikir tentang sosiologi, secara umum cenderung memikirkan persoalan kemasyarakatan. Kajian utama psikologi adalah pada persoalan kepribadian, mental, perilaku, dan dimensi-dimensi lain yang ada dalam diri manusia sebagai individu (Baron & Byrne, 2004). Sosiologi lebih mengabdikan kajiannya pada budaya dan struktur sosial yang keduanya mempengaruhi interaksi, perilaku, dan kepribadian. Kedua bidang ilmu tersebut bertemu di daerah yang dinamakan psikologi sosial. Pertanyaan yang paling mendasar yang senantiasa menjadi kajian dalam psikologi sosial adalah: ”Bagaimana kita dapat menjelaskan pengaruh orang lain terhadap perilaku kita?’ Misalnya di Prancis, para analis sosial sering mengajukan pertanyaan mengapa pada saat revolusi Prancis, perilaku orang menjadi cenderung emosional ketimbang rasional? Demikian juga di Jerman dan Amerika Serikat dilakukan studi tentang kehadiran orang lain dalam memacu prestasi seseorang. Menurut para ahli psikologi sosial (Myers, 2013) mengatakan bahwa seseorang yang menjadi taat tetapi sebenarnya tidak ingin taat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu: Melempar tanggungjawab pada pihak otoritas, Ingin terlihat sopan, Terbiasa melakukan tugas tertentu, dan Terjebak (entrapment). Brehm, Kassin, & Fein, 2005 mengemukakan bahwa perilaku ketaatan berhubungan dengan kesadaran hukum seseorang. Seseorang memiliki taraf kesadaran hukum yang tinggi apabila perilakunya sesuai dengan hukum yang berlaku dimana hukum yang berlaku tersebut sesuai dengan nilai-nilai yang dianut.
Kesimpulan: Proses sosial sebenarnya timbul bila terjadi pertemuan antara dua orang atau kelompok serta membentuk sistem-sistem hubungan atau terjadi perubahan-perubahan bila cara hidup yang telah ada diganggu. Masyarakat dan aspek dinamikanya terdiri atas individu dan kelompok dalam interaksi.  Psikologi sosial tidak bermaksud membuktikan keabsahan teori saja, misalnya dengan menyesuaikan apa yang dilakukan oleh teks dengan apa yang dilakukan oleh pengarang. Dengan memusatkan perhatian pada tokoh-tokoh, maka akan dapat menganalisis konflik batin yang mungkin bertentangan dengan teori psikologi sosial. Psikologi sosial sudah menyatu dengan karya seni. Psikologi sosial sangat mempengaruhi keberadaannya ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat.

DAFTAR PUSTAKA
Baron, R. A. & Byrne, D. (2004). Psikologi Sosial. Edisi Kesepuluh. Jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Brehm, S. S., Kassin, S. & Fein, S. (2005). Social Psychology. Sixth Edition. New York: Houghton, Mifflin Company.

Myers, D. G. (2013). Psikologi Sosial. Jilid 1, Jakarta: Penerbit Salemba Humanika.

0 comments:

Post a Comment