12.1.17

“UANG, POPULARITAS, dan POLITIK”

RESENSI ARTIKEL
“UANG, POPULARITAS, dan POLITIK”

SITI ASMAUL HUSNA
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45
YOGYAKARTA

Dalam politik, uang dan popularitas adalah suatu hal ynag sangat penting dan berpengaruh untuk mendorong seseorang ke tingkat yang paling atas. Seperti halnya Oesman Sapta Odang, yang tak pernah terdengar berkiprah dipartai hanura, tiba – tiba telah menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Penasehat Hanura. Tidak sebatas itu, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat itu ditetapkan sebagai Ketua Umum Hanura menggantikan Wiranto.

 Oesman menjadi calon tunggal dalam pemilihan Ketua Umum Hanura karena, Oesman bermodal kuat, punya jaringan luas, kekayaannya yang luar biasa, dan sudah dikenal publik sebagai Wakil Ketua MPR. Sebagai politisi Oesman juga sangat berpengalaman. Dengan pertimbangan bermodal kuat dan jaringan luas itu pula, jalannya menuju kursi ketua umum mulus meski sebenarnya, persyaratan menjadi ketua umum adalah pernah menjadi pengurus tingkat pusat atau provinsi selama 1 priode penuh.
Pengamat politik dari CSIS menilai, hal ini sebenarnya jamak terjadi di partai politik. Partai memilih secara instan untuk kepentingan meraih suara saat pemilu. Dibutuhkan orang – orang dari luar partai yang populer dan bermodal kuat. Dua hal itu dipandang jauh lebih mudah ketimbang kaderisasi yang jelas butuh waktu dan biaya. (APA)

Kompas, Jumat, 23 Desember 2016

Kelebihan     : mengetahui jika bukan hanya keberanian atau pengetahuan yang dibutuhkan dalam dunia politik, namun uang dan juga popularitas sangatlah penting untuk menunjang karirnya.
Kekurangan : ada beberapa bahasa yang kurang bisa dipahami


0 comments:

Post a Comment