30.12.16

WANITA TERBAIK ITU, AKU PANGGIL IBUK...



OLEH :
RATIH SETIYANINGSIH / 16.310.410.1140

WANITA TERBAIK ITU, AKU PANGGIL IBUK...

Kala fajar belum menampakan cahayanya, beliau sudah mengayuh sepedanya menyusuri jalanan. Ya pukul 5 subuh beliau sudah pergi bekerja dengan sepeda buntutnya untuk menghidupi anak semata wayangnya. Menjadi bapak sekaligus ibuk tak pernah beliau keluhkan. Setiap hari menempuh 10 km perjalanan untuk sampai ke tempat kerja. Kayuh terus mengayuh dengan keringat bercucuran di dahi sampai mata kaki melewati lalu lalang jalan yang sudah ramai dengan bus bus besar dan container yang membuat bising jalanan. Sesekali ibuk menjumpai para pedagang pasar yang membawa banyak sayuran untuk mereka jajakan. Pukul 3 pagi, ibuk sudah bangun untuk beres beres rumah dan menyiapkan sarapan  untuk anaknya. Walaupun capek dan ngantuk dirasakan, karena pergantian shift pulang malam dan masuk pagi beliau tidak meninggalkan tugasnya. Ibuk adalah wanita kuat yang bisa melakukan semua kerjaan sendiri. Tidak mudah merangkap menjadi bapak sekaligus ibuk tapi tidak pernah kata lelah, marah dan sedih terucap dari mulutnya. Ibuk lakukan sepenuh cinta untukku, anaknya.
            Karena sejak kecil, ibuk sudah merasakan pahitnya hidup untuk bisa bertahan hidup. Ibuk harus putus sekolah saat SMP demi mengalah untuk ke 5 adiknya agar bisa makan dan sekolah. Setelah putus sekolah, ibuk membantu kedua orangtuanya berjualan sayur dipasar. Kala itu tahun tahun 1978, masih sedikit angkutan umum dan belum mempunyai kendaran sendiri sehingga ibuk dan nenek harus jalan kaki mengendong sayuran jualannya. Pagi buta pukul 4 subuh, mereka sudah berangkat ke pasar. Jarak pasar sekitar 7 km dari rumah, ibuk dan nenek sambil bercerita dan bercanda menyusuri jalanan yang masih gelap dan sepi dengan jalan kaki. Rasa lelah tak terasa dan akhirnya sampai pasar. Ibuk membantu nenek menurunkan dagangan sayuran yang digendong dan mengelarnya di atas kain ( ules ) agar para pembeli berdatangan. Pukul 6 pagi dagangan sudah habis dan mereka pulang dengan jalan kaki lagi. Mungkin karena sering jalan kaki, orang jaman dulu lebih sehat dan kuat sampai sekarang.. hehehe..
Setelah sampai rumah, ibuk tak lantas tidur, beliau harus menyiapkan sarapan untuk adik adiknya sebelum berangkat sekolah. Karena ibuk paling tua, beliau yang sering kerepotan dan harus memberi contoh yang baik untuk adik adiknya. Ibuk berjuang dan bekerja setiap pagi dan malam agar adik adiknya bisa tamat sekolah setidaknya sampai SMP atau bahkan SMA.
            Begitu juga ibuk lakukan untukku, agar anaknya bisa mendapat pendidikan terbaik sampai lulus kuliah. Ibuk berjuang sendiri untuk anaknya tanpa kata tapi. Wanita hebat ini yang selalu mengorbankan dirinya agar anaknya bahagia bahkan untuk orang lain. wanita paruh baya yang masih semangat untuk bekerja. Ibuk tidak lelah mendidik tata krama, sopan santun dan hal hal baik untukku. Pengorbanan yang tidak pernah habis dan tidak bisa dikembalikan. Seribu petuah baik yang selalu dikatakan.
Semuanya dipertaruhkan dan perasaan dikorbankan. Semua hal yang ku minta pasti dipenuhi. Semua sikap dan sifat terbaik yang patut dicontoh.
Maha besar Ibuk telah berikanku hidup, dia segalanya dihidupku.. Ibuk terbaik dimataku..

JADILAH WANITA TERBAIK PENGINSPIRASI BANYAK ORANG :)


0 comments:

Post a Comment