14.8.16

Berawal Dari Keterpaksaan



Berawal  Dari  Keterpaksaan
Tri Welas Asih
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta


Apabila melakukan suatu pekerjaan atau tugas yang tidak kita sukai apa yang muncul dalam benak kita? Ya, pasti rasa malas atau enggan untuk mulai melakukannya bahkan menyelesaikannya. Beda lagi apabila tugas tersebut bersifat “wajib” , rasa malas ditambah dengan rasa terpaksa muncul untuk menyelesaikan tugas tersebut. Meski dengan rasa terpaksa kita tetap menyelesaikan tugas itu. Rasa terpaksa ini bisa menjadi awal perubahan dalam diri seseorang untuk menjadi lebih baik tanpa disadari oleh individu tersebut. Bahkan dari rasa terpaksa bisa menjadi terbiasa dan akhirnya menjadi suka. Apalagi bila hasil yang kita kerjakan dengan terpaksa tersebut ternyata mendapat apresiasi yang luar biasa dari orang lain, maka akan menjadikan kita untuk mengulang keterpaksaan menjadi hal yang menyenangkan.




Sabtu, 13 Agustus 2016 bertempat di Auditorium Universitas Muria Kudus, dalam acara Seminar Nasional “ Aktualisasi Potensi Anak Bangsa Menuju Indonesia Emas” adalah puncak dari presentasi tentang paper yang telah kami tulis dalam waktu kurang lebih dua bulan. Kami perwakilan dari Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta berusaha memberikan dan menyampaikan yang terbaik saat presentasi. Di luar dugaan bahwa peserta tidak hanya mahasiswa tetapi juga ada praktisi, dosen, mahasiswa pasca sarjana dan masih banyak lagi yang secara pengalaman dan pendidikan mereka lebih tinggi dari kami. Hal tersebut menjadi tantangan bagi kami untuk bisa lebih baik atau paling tidak sama dengan mereka saat mempresentasikan materi kami. Hasil akhir, muncul rasa puas karena kami bisa mempresentasikan paper kami dengan lancar dan mendapat apresiasi dari peserta lain. Terlebih saat nama kami tertera dalam prosiding yang dimiliki oleh semua peserta dari berbagai universitas di Indonesia. Bagi kami ini adalah suatu  indikasi bahwa ternyata kami mampu bersaing dengan mereka.  

Terlepas dari rasa puas yang kami dapatkan setelah mempresentasikan paper, ada rasa keterpaksaan yang mengawali pembuatan tulisan ini. Tidak semua suka dan bisa menulis materi tersebut. Berawal dari kebingungan apa yang hendak ditulis, bagaimana menulisnya, bagaimana memunculkan ide, banyak kesalahan dan pengulangan pengerjaan, kami mendapatkan hasil yang luar biasa. Rasa terpaksa tersebut kini menjadi motivasi bagi kami untuk bisa belajar lebih baik dan membuktikan bahwa kami juga bisa bersaing dengan orang lain dengan kemampuan yang kami miliki. Jangan pernah takut untuk mencoba !!

0 comments:

Post a Comment