15.6.16

Ringkasan Artikel : Pabrik Plastik Ini Kembangkan Plastik "Go Green"



Sri Mulyaningsih
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi ‘45


Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yang mencapai sebesar 187,2 juta ton setelah Tiongkok yang mencapai 262,9 juta ton berdasarkan data Jambeck (2015). Sementara itu perhitungan dari Ditjen Pengelolan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK, bahwa total jumlah sampah Indonesia di 2019 akan mencapai 68 juta ton, dan sampah plastik diperkirakan akan mencapai 9,52 juta ton atau 14 persen dari total sampah yang ada. Data dan perhitungan tersebut tentu sangat memprihatinkan. Tidak dapat dibayangkan ada berapa pulau yang tertutupi sampah jika sampah-sampah plastik tersebut ditumpahkan di daratan Indonesia.

Mulai tanggal 21 Februari 2016, uji coba metode kantung plastik berbayar akan diterapkan di 22 kota di Indonesia. Apabila sebelumnya masyarakat yang berbelanja di tempat perbelanjaan ritel diberikan kantung plastik secara gratis untuk membawa berang yang dibelinya, kini harus membayar seharga 200 rupiah per kantungnya. Kebijakan pemerintah ini diharapkan dapat mengurangi sampah plastik yang makin lama semakin memprihatinkan.

Kebijakan penggunaan kantong plastik berbayar mendapat sambutan positif dari produsen plastik di Magelang, Jawa Tengah. Kebijakan tersebut dinilai menjadi motivasi mereka untuk berinovasi mengembangkan kantong plastik ramah lingkungan.

Salah satunya, produsen plastik Sinar Joyoboyo Magelang yang sudah memproduksi kantong plastik berbasis lingkungan. Bahkan konsep tersebut sudah dipakai jauh sebelum kebijakan kantong plastik berbayar oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) awal 2016 ini. 

Hengky Sidharta, CEO Sinar Joyoboyo Plastik, menjelaskan kantong plastik "go green" yang sudah diproduksi sejak dua tahun lalu itu mengadopsi kantong plastik serupa yang sudah banyak dipakai oleh masyarakat di luar negeri. Dia mengemukakan, dampak sampah plastik memang buruk bagi alam lingkungan dan kesehatan manusia. Sebab hampir semua bahan-bahan plastik terbuat dari bahan kimia atau bahkan limbah daur ulang. Bahan tersebut jika terkontaminasi langsung dengan makanan maka akan membahayakan kesehatan tubuh.

Plastik Go Green menggunakan  bahan plastik murni, bukan daur ulang. Bahan plastik ini sama dengan bahan plastik pada umumnya, hanya saja ditambahkan bahan tertentu yang menggunakan teknologi dari Kanada, bahan inilah yang membuat plastik aman untuk lingkungan.

Beberapa keunggulan plastik go green ini adalah bisa terurai dalam tanah antara 24 - 36 bulan saja. Plastik ini juga lebih kuat dan aman untuk wadah makanan. Sejauh ini plastik go green tersebut masih dipasarkan di kalangan pengusaha pasar moderen di seluruh Indonesia. Ia mengakui plastik jenis ini lebih mahal dibanding harga plastik pada umumnya. 
Sinar Joyoboyo Plastik berharap dengan kebijakan plastik berbayar jadi lebih banyak lagi produsen plastik sehat dan berkualitas, dan bisa dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarat, sampai ke pedagang-pedagang kecil di pasar tradisional. Meski tidak mudah, pihaknya optimistis bahwa kebijakan ini akan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Apalagi konsumsi plastik di Indonesia masih tergolong sangat besar dibanding negara-negara lainnya. Menurut dia, masyarakat pun perlu lebih teliti menggunakan kantong plastik agar tidak membahayakan kesehatan dan alam.

Hengky berbagi tips ciri kantong plastik sehat dan berkualitas bisa diketahui dengan cara 3D, yakni diraba, dicium, dan diterawang. Hengky memaparkan, plastik jika diraba terasa kasar dan diterawang ada bintik-bintik maka bisa mengandung pasir besi. Lalu jika plastik dicium berbau menyengat atau wangi maka plastk itu ditambah dengan bahan tambahan atau bahan daur ulang limbah rumah sakit, bungkus sabun dan sebagainya.

Sumber : Ika Fitriana. (2016). Pabrik Plastik Ini Kembangkan Plastik "Go Green". Kompas 24 Februari 2016. Hal: 26

0 comments:

Post a Comment