23.6.16

Ringkasan artikel : Komunitas 9cm, Mengedukasi Perokok



Ringkasan artikel : Komunitas 9cm, Mengedukasi Perokok

Tri Welas Asih
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta

Indonesia sebagai negara baby smoker atau jumlah perokok terbesar di dunia, adalah suatu fakta yang mengejutkan bagi kita. Saat ini perokok aktif sudah mulai dilakukan anak berusia 10 tahun. Anak tersebut sebenarnya tidak akan melakukan hal itu apabila tidak ada contoh yang dilihat. Lebih miris lagi bahwa anak tersebut melihat aktivitas orang terdekat mereka yaitu orang tua, kakak, saudara dan tetangga. Orang tua menjadi role model pertama bagi anak, ketika mereka melakukan aktivitas merokok tidak disadari bahwa anak-anak mereka melihat dan akan meniru apa yang mereka lakukan yaitu mencoba merokok. Prihatin dengan kondisi seperti ini, sekelompok anak muda membentuk suatu komunitas yang dinamakan 9cm yang mempunyai visi untuk membebaskan Indonesia dari rokok dan melindungi perokok pasif.

Salah satu cara yang mereka lakukan adalah memberi pengertian bagaimana bisa tetap merokok, tanpa harus mengganggu mereka yang tidak merokok. Misalnya mereokok di ruangan khusus. Selain itu, komunitas 9cm juga merangkul para pelajar SMA dan mahasiswa karena jumlah perokok aktif di Indonesia ternyata kebanyakan dari usia SMA. Menurut survey bahwa 81% rumah di Indonesia terdapat orang tua sebagai perokok. Untuk itu tidak heran jika anak meniru aktivitas yang dilakukan oleh orang tua mereka. Pemerintah pun telah mengeluarkaan kebijakan untuk mengurangi perokok pasif yaitu dengan pembentukan kawasan tanpa rokok. Tapi baru beberapa kota yang memiliki aturan tersebut. Pada dasarnya tidak ada yang melarang kegiatan merokok. Karena itu adalah hak dari setiap individu. Namun ada hal yang harus diperhatikan, jika udara bersih adalah hak asasi manusia.

Sumber
Widyastuti, A.(2016). Komunitas 9cm, Mengedukasi Perokok. Kedaulatan Rakyat, Minggu 12 Juni 2016.

0 comments:

Post a Comment