14.6.16

Ringkasan Artikel : 5 Mahasiswa Ini "Sulap" Biji Durian Menjadi Plastik Ramah Lingkungan



Sri Mulyaningsih
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi ‘ 45

Durian sering kita sebut sebagai The King of Fruit, rajanya semua buah. Banyak orang sangat menikmati bila musim panen tiba. Bahkan rela berburu hingga ke petani durian langsung agar mendapatkan buah durian yang nikmat dan berharga rendah. Sebegitu primadonanya buah ini, membuat buah yang satu ini diburu pencinta buah.

Durian juga menginspirasi lima mahasiswa asal Universitas Gajah Mada untuk menghasilkan sebuah produk ramah lingkungan. Akhir – akhir ini penggunaan plastik sebagai sarana berbelanja mendapatkan sorotan dari berbagai pihak. Melihat plastik sendiri adalah bahan yang sulit terurai, karena harus membutuhkan waktu ratusan tahun agar dapat terurai secara maksimal.

Kelima mahasiswa ini, yaitu Fajar Bayu Prakoso, Andika Cahya Widyananda, Annisa Fakhriyah Rofi, Dyah Ayu Permatasari, dan Aditya Fajar Bayu. Berinovasi membuat plastik ramah lingkungan berbahan dasar biji durian. Percobaan ini mereka desain agar masyarakat dapat menikmati plastic dengan bahan ramah lingkungan dan mudah terurai. Sehingga tidak mencemari tanah dan juga tidak menimbulkan sampah – sampah yang bersifat non-degradable.

Pemilihan biji durian didasari karena biji durian mememiliki kandungan pati (tepung halus) yang cukup tinggi. Kadarnya hampir 50 persen dari beratnya.
Pati tersebut, berfungsi sebagai pengisi (filler) pada campuran agar kerapatan bioplastik menjadi tinggi. Sehingga meningkatkan kekuatan daya tarik plastik.

Proses pembuatan bioplastik adalah dengan merendam biji durian dalam air kapur selama 2-3 hari untuk menghilangkan getah. Setelah direndam biji tersebut lalu dijemur selama 1 hari.  Biji durian lalu diambil patinya yang berwarna putih kecoklatan. Lalu diolah menjadi tepung, disaring dan dioven selama 30 menit.  Tepung yang sudah jadi dicampur dengan sejumlah bahan kimia antara lain low density polyethylene (LDPE), kemudian maleic anhydride (MA), lalu inisiator (Perbutyl D dan Perbutyl Z).  Setelah dicampur lalu di cetak dengan alat laboplastomill dan hot press di Lipi Bandung.  Dari 50 gram dapat menghasilkan lembaran bioplastik sebanyak 3-4 lembar ukuran 13X13 cm.

Selain kekuatanya sama dengan kantong plastik seperti umumnya, bioplastik biji durian ini juga dapat terurai. Kelebihan lainya, bioplastik biji durian ini tahan terhadap suhu panas. Kedepan harapannya bisa diproduksi massal, tapi ini masih perlu penelitian lebih lanjut. Semoga dengan adanya ide pembuatan bioplastik ini, dapat mengurai dampak dari pemakaian kantong plastic yang sulit terurai, dan beralih pada plastic ramah lingkungan. 

Sumber : Wijaya Kusuma, (2016), 5 Mahasiswa Ini "Sulap" Biji Durian Menjadi Plastik Ramah Lingkungan, Kompas 11 Maret 2016, Hal : 26

0 comments:

Post a Comment