14.6.16

Kepuasan Karyawan Penentu Suksesnya Perusahaan

Achmad Rusdiyan Yazid
153104101116
Fakultas Psikologi

Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

Kepuasan Karyawan Penentu Suksesnya Perusahaan
“Masa saya menjadi karyawan terus, mau sampai kapan ?
Saya juga ingin punya usaha sendiri.” - Pak Adi
Berikut tadi adalah salah satu nukilan ucapan dari seorang teman saya. Ucapan atau jawaban seperti itu seringkali saya dengar dari teman saya, bahkan saya sendiri juga sering berucap seperti itu ketika masih menjadi karyawan. Kepuasan dan ketidakpuasan termasuk dalam faktor yang mempengaruhi seseorang untuk berperilaku. Seseorang akan cenderung pasif, pesimis, dan menjadi pemberontak ketika tidak puas. Sebaliknya, seseorang akan aktif, optimis, dan bersemangat apabila mendapat kepuasan dalam menjalankan sebuah pekerjaan.

Tingkat kepuasan karyawan bisa mempengahui tingkat loyalitas dan kesetiaan karyawan pada perusahaan. Apabila kepuasan karyawan rendah, maka tingkat loyalitasnya juga rendah. Karyawan cenderung menjadi malas, tidak disiplin, dan melakukan hal-hal lain yang merugikan perusahaan. Untuk itu, perusahaan dituntut untuk mampu meningkatkan dan menjaga tingkat kepuasan karyawan sehingga dapat memberikan keuntungan yang terus meningkat bagi perusahaan.

Dalam sebuah obrolan wawancara dengan dua teman saya yang bekerja di perusahaan yang sama. Salah satu teman saya (Adi) mengatakan bahwa dia merasa sudah terlalu lama bekerja sebagai karyawan diperusahaannya tanpa kenaikan upah yang signifikan. Dia juga mengatakan ingin suatu saat nanti bisa mengelola usaha sendiri, meskipun dia sendiri tahu resiko yang akan dihadapi yaitu pendapatan yang tidak menentu dibandingkan keadaan dia sekarang sebagai karyawan dengan penghasilan yang pasti.

Teman saya yang lain (Amri), yang baru sekitar 6 bulan bekerja di perusahaannya mengatakan. Dia sekarang lebih bersyukur dan bersemangat karena sudah memiliki pekerjaan, hidupnya lebih bahagia jika dibandingkan sebelum bekerja menjadi karyawan. Meskipun dia juga mengaku ingin punya bisnis sendiri kelak, namun dia tidak terlalu memikirkannya. Saat ini, dia sudah merasa nyaman dan cukup dalam memenuhi kebutuhannya.

Setiap individu memiliki caranya sendiri-sendiri dalam memandang kehidupannya. Biasanya mereka melihat hidup berdasarkan pengalaman yang telah dialami. Pengalaman juga mempengaruhi seseorang dalam bekerja, apakah dia merasa senang dan nyaman dengan pekerjaan atau profesinya, atau justru merasa sebaliknya. Keunikan individu ini yang sebaiknya diperhatikan oleh perusahaan.

Seringkali perusahaan memberikan treatment yang sama pada semua karyawannya. Padahal dalam beberapa hal, seperti pengalaman, alasan, tujuan, dan passion seseorang dalam bekerja berbeda-beda. Sehingga menuntut perusahaan untuk memberikan treatment yang berbeda juga pada karyawan. Tujuannya untuk meningkatkan kepuasan karyawan sehingga membuat karyawan lebih produktif bagi perusahaan.

Kedua teman saya sepakat, bahwa gaji yang besar tidak selalu menjadi alasan utama mereka merasa nyaman dan bersemangat dalam bekerja. Dari obrolan-obrolan saya dengan teman saya yang sudah lama bekerja diperusahaannya, dia nampaknya menginginkan kemandirian, berdikari, tidak terikat dengan orang lain. Namun, teman saya ini baru sebatas ingin. Karena dia merasa sudah tua, takut berkompetisi dan keluar dari zona nyamannya saat ini.

Teman saya yang kedua justru ingin terus bekerja sembari belajar banyak hal. Dia berkeyakinan bahwa saat ini dia ingin bekerja sebaik-baiknya, all out.  Harapannya, dia mampu lebih produktif dan mampu meningkatkan skill dari pekerjaannya saat ini.

Dua teman saya ini menurut saya belum termasuk dalam tingkat loyalitas atau kesetiaan yang rendah pada perusahaan. Justru salah satu teman saya menunjukan bahwa dia memiliki loyalitas dan kesetiaan yang tinggi. Meskipun, perusahaan sebaiknya perlu mengantisipasi agar tidak terjadi kemrosotan kepuasan pada karyawan sehingga merugikan perusahaan.

Hal-hal yang bisa dilakukan perusahaan untuk meningkatkan kepuasan karyawan adalah dengan memberikan reward pada karyawan yang berprestasi, membuka jenjang karir bagi karyawan yang menunjukan loyalitas dan kesetiaan, memfasilitasi karyawan dengan pelatihan-pelatihan, dan memberikan catatan indeks prestasi bagi setiap karyawan.


Semakin baik treatment yang diberikan perusahaan pada karyawan, harapannya semakin baik pula pertumbuhan perusahaan. Meskipun karyawan bukanlah satu-satunya faktor penentu suksesnya sebuah perusahaan. Namun, memiliki team atau karyawan yang terus tumbuh bersama perusahaan tidak akan membuat perusahaan takut jatuh. 

0 comments:

Post a Comment