14.6.16

Ringkasan Artikel : Indonesia Rebut Perak dan Perunggu "Olimpiade Kelestarian Lingkungan" Internasional



Sri Mulyaningsih
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi ’45 Yogyakarta


INESPO (International Environmental Sustainability Project Olympiad)  merupakan olimpiade kelestarian lingkungan berskala internasional yang digelar setiap tahun. INESPO merupakan ajang international yang diadakan oleh yayasan Cosmicus, dengan format perlombaan berupa pameran hasil penelitian dalam sebuah stand. Olimpiade yang diselenggarakan untuk mengapresiasi hasil karya ilmiah pelajar diseluruh dunia yang berkaitan dengan lingkungan hidup. INESPO diadakan dengan misi untuk mengajak siswa-siswi di seluruh dunia untuk memikirkan sebuah solusi melalui proses penelitian dan lebih peduli terhadap lingkungan, seperti kelangkaan pada energi, makanan sehat dan bergizi, polusi dan sebagainya.  Pada 2016 ini olimpiade tersebut diikuti oleh 217 orang peserta dari 49 negara.

Pada tahun ini INESPO diselenggarakan di Spoorwegmuseum, Utrecht, Belanda, yang digelar sejak 30 Mei - 2 Juni 2016. Indonesia meraih tiga penghargaan, medali perak, perunggu, dan penghargaan Encouragement Award.
Elaine Kojongian dan Meiryanti Layarda, pasangan tim Indonesia dari SMA Santa Laurensia, Tangerang, tampak menunjukkan kegembiraannya atas penghargaan tersebut. Mereka berdua meraih medali perak atas karya inovatifnya tentang pembuatan ekstrak daun sawo atau manilkara zapota sebagai antidote untuk mengatasi radikal bebas. SMA Kharisma Bangsa, Tangerang, yang meraih medali perunggu, Rasyid Sahirul Masjidi dan Hilmi Naufal Yafie, menyajikan hasil penelitian tentang penggunaan limbah bulu ayam sebagai zat penyerap chromium pada limbah industri tekstil. Encouragement Award diberikan kepada pasangan tim Indonesia yaitu Ni Ketut Ayu Krisma Dewi dan Putu Sri Indah Cahyani dari SMA Negeri 3 Denpasar, tentang pemanfatan limbah kulit cocoa atau Theobroma cacao sebagai bahan superkapasitor.

Pengumuman pemenang dan pemberian penghargaan diselenggarakan di Aula Kampus Vrije Universiteit. Tim juri terdiri dari 30 orang anggota dari berbagai bidang ilmu. Hadir pada pembukaan INESPO 2016 itu adalah Duta Besar RI Den Haag, I Gusti A. Wesaka Puja, didampingi oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan, Bambang Hari Wibisono.

Menurut Jacques Reijniers, ketua dewan juri, tahun ini ada 499 proyek inovatif yang berorientasi kepada kelestarian lingkungan dikompetisikan. Juri menilai adanya kemajuan signifikan dalam hal kualitas penelitian dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Kreatifitas dan kemampuan berinovasi generasi muda Indonesia layak untuk diberi dukungan, di antaranya dalam bentuk pembinaan untuk mendapatkan paten, untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya pemakaian gagasan orisinil yang dibawa ke ajang kompetisi oleh pihak lain terlebih dahulu," ujar Duta Besar Indonesia di Den Haaq,  Wesaka Puja.

Wesaka mengatakan, peran guru pembimbing di dalam memberikan stimulasi kepada para pelajar sangat penting. Pihak sekolah juga diharapkan dapat memberikan dukungan, termasuk dalam hal penyediaan peralatan dan fasilitas penelitian. "Di samping prestasi yang dicapai melalui olimpiade semacam itu, hasil-hasil penelitian juga diharapkan dapat diimplementasikan secara nyata untuk kepentingan kelestarian lingkungan," ujarnya.

Sumber : Latief ,(2016), Indonesia Rebut Perak dan Perunggu "Olimpiade Kelestarian Lingkungan" Internasional, Kompas  03 Juni 2016 , hal 26

0 comments:

Post a Comment