24.6.16

Polusi Udara Berat Kembali Terjadi di Beijing

Ringkasan Artikel : Polusi Udara Berat Kembali Terjadi di Beijing

Antoni Firdaus
Fakultas Psikolgi

Beijing – Pemerintah Kota (Pemkot) Beijing mengeluarkan peringatan siaga merah asap yang kedua pada Jumat (18/12), karena prakiraan menyebutkan polusi udara berat akan menyelimuti langit ibukota Tiongkok tersebut. Pengumuman dari dinas lingkungan Pemkot Beijing itu antara lain memuat perintah agar pabrik-pabrik menghentikan sementara operasional dan separuh kendaraan pribadi akan ditarik dari jalanan. Kualitas udara sangat buruk di Beijing sudah tiga kali terjadi bulan ini. Siaga merah kedua ini akan berlangsung mulai Sabtu (19/12) hingga Selasa (22/12). Beijing pertama kali meluncurkan sistem peringatan polusi pada 2013. Sedangkan siaga merah perdana dikeluarkan pada 7 Desember 2015, diiringi sejumlah langkah darurat polusi, menyusul banjir kecaman dari masyarakat karena pemkot dianggap lamban merespons kabut asap pekat yang menyelimuti Beijing awal bulan ini.

PM 2,5 -partikulat yang bisa meresap ke dalam paru-paru manusia- kerap melewati ambang batas 300 mikrogram per meter kubik selama siaga merah yang pertama. Data tersebut dilaporkan Kedutaan Amerika Serikat (AS) di Beijing, yang mengeluarkan data polusi independen. Organisasi Kesehatan Dunia atau WTO merekomendasikan ekspor maksimum PM 2,5 sebesar 25 mikrogram per meter kubik selama 24 jam. “Perlindungan lingkungan merupakan sasaran objektif yang terus digencarkan pemerintah Tiongkok. Kami masih dihadapkan pada sejumlah tantangan dalam upaya memproteksi lingkungan,” ujar Hong Lei, juru bicara Kementerian Luar Negeri (kemlu) Tiongkok dalam konpers rutin, Jumat. Pemkot Beijing mencabut status siaga merah pertama pada 10 Desember 2015, setelah angin dari wilayah utara menyapu udara kotor sehingga langit kembali biru dan bersih. Sejumlah kota di sekitar Beijing juga akan menaikkan status siaga ke merah, sebagaimana dilakukan pada siaga merah yang pertama.

Sumber: Kompas, 19 Desember 2015, Hal. 8

0 comments:

Post a Comment