3.4.16

RINGKASAN ARTIKEL : ADA RISIKO SERIUS DI BALIK WAKTU KERJA YANG FLEKSIBEL

Ada Risiko Serius di Balik Waktu Kerja yang Fleksibel

Wahyu Relisa Ningrum
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

        Menurut para ahli, karyawan yang bekerja dengan waktu fleksibel berpeluang mengalami tekanan dan stress yang berkelanjutan. Hal ini dikarenakan bekerja dengan waktu yang fleksibel menerapkan budaya siap sedia (always on) jika dibutuhkan, sehingga hormon dalam tubuh terus meningkat secara konsisten dan menyebabkan stress tingkat tinggi. Dan juga membuat keseimbangan hidup berkurang serta memberikan peluang seseorang untuk terasing/tersingkirkan dari lingkungan sosial.
            Menurut Professor Gail Kinman dari University of Bedforshire (psikolog), “Jika tidak ada batasan dalam pekerjaan, hal paling mengkhawatirkan adalah sistem dalam tubuh anda tak pernah turun, anda mungkin bisa tidur, tapi tidak nyenyak karena sistem imun tubuh berkurang”.
            Keadaan stress dalam bekerja dengan waktu fleksibel akan bertambah parah apabila, ponsel selalu dalam keadaan terkoneksi dengan email pekerjaan sepanjang hari, sehingga menyebabkan seseorang terus menerus memikirkan pekerjaan sepanjang waktu. Tetapi menurut banyak orang, waktu bekerja yang fleksibel dianggap menguntungkan bagi karyawan yang telah berkeluarga.

Sumber tulisan : Kompas.com, Tribun Jogja, 11 Maret 2016.


0 comments:

Post a Comment