3.1.16

Trauma Karyawan Puskesmas Karna Teror Keluarga Pasien

RINGKASAN ARTIKEL: AKIBAT TEROR DI PUSKESMAS, KARYAWAN SAMPAI TRAUMA
Chusnul Rizatul Unsha
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta

Kejadian peelemparan bom molotov di Puskesmas Kasihan 1 pada 14 Desember dini hari, dijadikan sebuah evaluasiagar pelayanan kesehatan di Bantul makin meningkat.
Pasalnya, hal ini terjadi akibat ulah oknum yang kecewa terhadap pelayanan di Puskesmas Kasihan I yang dinilai tidak maksimal. Kapolsek Kasihan belum menyimpulkan apakah kejadian pelemparan bom molotov ini ada hubungannya dengan protes warga beberapa minggu sebelumnya. Karna belum ditemukan bukti yang kuat dalam penyelidikan yang masih berlangsung.
Maya salah satu tenaga kesehatan yang juga menjadi saksi mengakui bahwa dirinya merasa trauma akibat peristiwa tersebut. Hal itu dianggapnya wajar sebagai proses, tidak untuk dibesar-besarkan, namun disyukuri.
Apa sumbangan artikel ini terhadap psikologi ? Artikel ini menyuguhkan kasus real bahwa setiap kejadian memiliki efek yang tidak sama antara individu satu dengan yang lain. Dan intensitas dampak nya juga tidak sama. Hal negativ yang mengagetkan seperti pelemparan bom molotov sekalipun tidak berimbas pada luka fisik namun psikis seseorang yang terlampau terkejut bisa membuat kesehatan psikologisnya terganggu karena adanya guncangan dalam pikirannya. Meski hal ini dirasa tidak terlalu besar dan berat namun bisa menyebabkan neurosis kecil pada korban.

Sumber tulisan:
apr. (2015). Karyawan Puskesmas Sempat Trauma. Kedaulatan rakyat , 15 Desember


0 comments:

Post a Comment