30.12.15

sehat mental dong





Yudha Andri R
                                     fakultas psikologi universitas proklamasi 45 Yogayakarta
Menurut Allport kesehatan mental adalah hubungan diri yang hangat dengan orang lain artinya : orang yang sehat secara piskologis mampu memperlihatkan keintiman (cinta) terhadap orang tua, anak, partner, dan teman akrab (hal 57. bibingan koseling kesehatan mental di sekolah )
v  Kehidupan peribadi (3 peristiwa)
a.       Saya memberikan waktu saya 2 minggu sekali dengan teman – teman saya dirumah / kampung saya untuk berkumpul  dengan semua anak muda melalui : sepeda bersama, main musik bersama

b.      Saya memberikan kesempatan pada teman – treman saya untuk belajar tentang teknisi hp dirumah pada waktu hari libur
c.       Saya memberi peluang pada teman teman saya untuk meminjam barang barang saya seperti (motor, hp, sepeda dll)ketika saya tidak memakai dengan catatan bertanggung jawab

ü  Saya mengatakan diri saya sehat mental karena saya tidak berprasangka terlalu buruk dengan siapapun dan selalu mencoba bersifat menolong dengan tanpa mengharapkan balasan sedikitpun dari teman / orang lain

v  Kehidupan karir (3 peristiwa)
a.       Saya memberikan / menularkan ilmu cara mendidik anak usia dini. kepada orang tua murid / orang lain yang mempunyai anak usia dini,dengan cara ketika saya melihat cara mendidik orang tua murid / orang lain tersebut kurang pas pada kode perlindungan etik anak.
b.      Saya bersedia menegur atau ditegur dengan siapapun yang melakukan pelanggaran hak asasi anak dimanapun tempat
c.       Saya selalu mencoba berkata jujur / apa adanya  tentang hak asasi  anak. kepada orang tua, teman atau orang yang lebih kecil dari saya meskipun anak – anak.
ü  Saya mengatakan diri saya sehat mental karena saya selalu mencoba melindungi hak asasi anak dan mencoba menularkan paham tentang hak asasi anak pada siapaun tanpa mengharapkan imbalan dari siapapun

Menurut Allport  pemahaman diri adalah usaha untuk mengetahui diri secara objektif mulai dari awal kehidupan dan tidak akan pernah berhenti, tetapi ada kemungkinan mencapai suatu tingkat pemahaman diri (self - objectification) tertentu berguna pada setiap usia. (hal 60. bibingan konseling kesehatan mental)
v  Kehidupan peribadi (3 [peristiwa)
a.       Saya memahami diri saya sebagai laki laki oleh karena itu saya harus bersikap tegas dihadapan siapaun dan bertanggung jawab atas perbuatan saya
b.      Saya menilai diri saya sebagai pelajar maka dari itu saya harus bersikap prefisional dengan segala kondisi yang mendesak saya
c.       Saya memahami bahwa saya bisa / mempunyai ilmu bela diri maka saya harus menjaga ilmu saya itu digunakan jika terdesak dan bukan untuk sombong
ü  Saya mengatakan bahwa diri saya sehat mental dengan cara saya memahami diri saya ini sebagai orang / postur, berkepribadian sebagai pelajar maka saya harus bisa menjaga diri untuk tidak melakukan perilaku kebodohan / tidak mencerminkan sebagai pelajar

v  Kehidupan karir (3 peristiwa)
a.       Saya paham bahwa saya adalah model bagi anak anak saya (murid) dilingkungan kerja saya maka saya harus bersikap baik / positif terhadap siapapun dilingkungan kerja saya
b.      Saya sebagai pendidik anak anak di tempat kerja saya, maka saya harus selalu belajar tentang kebutuhan anak – anak dan mengembangkan karakter pada anak – anak
c.       Saya mencoba menjadi diri saya dengan paham pendidikan anak usia dini yang sana anut dan mencoba memberikan pengertian terhadap orang lain yang meminta / tidak meminta saya
ü  Saya mengatakan bahwa saya sehat mental dengan pemahaman diri saya sebagai model, guru, pendidik. Memberi masukan terhadap orang lain tentang paham hak hak anak pada umumnya tanpa meminta imbalan

0 comments:

Post a Comment