27.12.15

Ringkasan Artikel 3: dr Inu Wicaksana, Kenangan Traumatis Masa Lalu
Susanti
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Kenangan masa lalu pada seseorang merupakan pola reaksi yang dapat dipelajari. Pengalaman yang sudah terjadi baik itu menyenangkan maupun tidak dapat dipelajari pola reaksi emosinya yang timbul dari pengalaman tersebut. Para ahli psikoanalisa barat dalam psikoterapinya pada pasien memanfaatkan sebagian, tidak semuanya, dari kegagalan di masa lalu, pengalaman tidak menyenangkan dan menyakitkan untuk digali, diekspos dan ditelaah, dipelajari guna perubahan ke arah ‘kematangan’ kepribadian. Pengalaman tersebut tidak akan menghambat, justru berkontribusi pada proses pembelajaran, selama digunakan secara tepat sebagai umpan balik negatif dan dipandang sebagai penyimpangan dari sasaran positif yang ingin dicapai. Dengan demikian maka individu mampu melihat dan menyadari sendiri bagaimana pola reaksi mentalnya untuk tercapainya sasaran positif di masa depan.

Banyak individu yang datang ke praktik psikiatri untuk meminta obat yang bisa menghilangkan kenangan di masa lalu yang menyakitkan. Para psikiater biasanya tersenyum dan mengatakan obat semacam itu tidak ada. Orang yang hidup dengan kenangan masa lalunya tidak akan pernah mempunyai masa depan. Individu pada umumnya jarang mengenang kembali ingatan waktu tentang kejadian-kejadian yang indah dan menyenangkan. Kebanyakan dari mereka lebih banyak mengenang kejadian masa lalu yang traumatik dan menyakitkan. Kenangan pahit masa lalu yang selalu muncul kembali itu membuat seseorang menjadi kurang percaya diri menghadapi banyak hal di masa sekarang karena ketakutan terhadap kegagalan di masa lalu akan terulang kembali.
Solusi untuk masalah tersebut adalah perlu ditanamkan kepada setiap individu bahwa ingatan tentang kegagalan di masa lalu itu tidaklah berbahaya selama pikiran dan perhatian sadar individu difokuskan pada sasaran positif yang akan dicapai. Sebaiknya kenangan-kenangan traumatis itu dimasukan kembali dalam ‘album kenangan’ hidup kita dan dilupakan setelah digunakan/dipelajari. Penelaahan terhadap kekeliruan individu di masa lalu, kesalahan, kegagalan, sakit hati, dan kadang keterhinaan adalah langkah-langkah yang diperlukan dalam proses pembelajaran. Tetapi mereka dimaksudkan menjadi sarana untuk mencapai tujuan, bukan untuk tujuan itu sendiri. Setelah menjalankan fungsinya, mereka ini hendaknya dilupakan. Kalau kita secara sadar merenungksn kekeliruan tersebut dan tetap menyesali diri, maka tanpa sadar kita jadikan kekeliruan atau kegagalan itu sendiri sebagai ‘sasaran’ yang secara sadar dipegang dalam imajinasi dan ingatan. Makadari itu segera masukkan semua ingatan masa lalu yang menyakitkan ke dalam kotak ‘album kenangan’, tutup rapat dan katakan pada diri sendiri: “Aku sudah melupakan dan membuang itu semua”. Maka seluruh sel-sel syaraf di pusat otak segera mendelete itu semua tanpa rekaman back up.

Sumber Tulisan
Kedaulatan Rakyat. (2012). Konsultasi Kesehatan Jiwa: Kenangan Traumatis Masa Lalu. Kedaulatan Rakyat, 29 Januari


0 comments:

Post a Comment