7.12.15

Ringkasan Artikel: Air Sungai Mengering Petani Terbantu Sumur Bor

Oleh : Naurmi Rojab Destiya
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta

Sleman (KR) – Meski bukan salah satu daerah rawan kekeringan, namun musim kemarai ini menyebabkan air dari beberapa sungai di Kecamatan Seyeganmengering. Imbasnya, petani tidak bisa mengandalkan air sungai untuk mengairi sawahnya. Petani setempat pun sangat terbantu keberadaan sumur bor bantuan pemerintah.
            Salah satu petani dari Dusun Samorai Morgoagung Seyegan Sleman, Tris (68) kepada KR, Minggu (30/8) mengaku, sudah sebulan lebih air sungai setempat mongering.
“Biasanya untuk menyirami tanaman cabai dan tembakau, saya ambil dari sungai Lempong. Karena sudah mati atau sudah tidak ada lagi aliran airnya, maka terpaksa menyedot dari sumur bor,” ujarnya.
            Menurutnya, beberapa sumur bor berikut alat penyedot yang mereka gunakan itu bantuan dari pemerintah. Namun karena dikelola oleh kelompok tani, maka masing-masing petani tetap harus membayar untuk biaya tenaga serta bahan bakar atau operasional. Rata-rata sekitar Rp 40 ribu tiap orangnya.
            Petani lain yang juga dari desa Margoagung Kecamatan Seyegan Ny Marsudi (74) menambahkan, sumur bor yang berada di area persawahan memang sangat dibutuhkan petani. Jika tidak ada air tanaman pasti kering dan bias mati.
            “Kalau tidak sedot air dari sumur bor, tanaman cabai saya ini akan mati. Untungnya ada sumur bor, jadi saya masih bias panen cabai,” imbuhnya.

            Hal sama dilakukan petani di Dusun Sendari Tirtoadi Mlati, Maryanto (45). Menurutnya yang sudah memiliki sumur bor sendiri, ia bias menghemat biaya separuh lebih dibandingkan membeli air dari sumur bor pengairan.

Sumber Kedaulatan Rakyat halaman 6, Rabu 2 September 2015

0 comments:

Post a Comment