30.10.15

Psikotes dan keberuntungan dalam berburu pekerjaan



                           
                         

Ana Prihatini
                    Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
                         Yogyakarta


                        
Apa saja langkah-langkah untuk meraih keberuntungan dalam berburu pekerjaan? Kiatnya sangat sederhana yaitu kita harus selalu menaikkan kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan. Analoginya adalah apabila kita ingin menjadi sebuah pohon yang besar dan kuat, maka kita harus selalu berada di tanah yang subur. Agar tanah subur maka pupuk harus selalu tersedia, akses pada sinar matahari harus tersedia, ketika kita masih berupa tunas pohon maka tidak ada ayam yang akan mematuk-matuk bibit itu, tidak ada orang yang akan menginjak-injak bibit itu, setelah batang menjadi besar tidak ada orang yang usil ingin menebang pohon.
Untuk berburu pekerjaan, hal-hal yang perlu kita lakukan untuk memperbesar kemungkinan mendapatkan pekerjaan antara lain:
     *Melamar / mengirimkan surat lamaran sebanyak-banyaknya. Hal ini seperti menjala ikan. Semakin sering menebar jala, semakin banyak kemungkinannya mendapatkan ikan.
  *Perbanyak dan perluaslah jaringan sosial. Semakin banyak teman yang dikenal, semakin luas pula kemungkinan kita untuk menjadi orang yang beruntung dalam mencari pekerjaan. Orang yang senang bergaul cenderung menerima banyak informasi, sehingga pengetahuannya akan lebih luas daripada orang yang kurang senang bergaul. Oleh karena informasinya luas, maka orang-orang yang ekstrovert tersebut juga memiliki peluang keberuntungan yang lebih luas (Wiseman, 2003).
Cara operasional yang disarankan untuk berlatih agar kita mampu mempunyai jaringan sosial yang luas ialah bercakap-cakap paling tidak satu kali seminggu dengan orang yang baru dikenal atau teman yang sudah lama tidak dijumpai. Tema percakapan dengan teman lama pasti seputar tentang pendidikan (sudah lulus atau belum, jurusan yang diambil),pekerjaan (status pekerjaan, lokasi bekerja, deskripsi tugas), status perkawinan (sudah menikah atau belum), jumlah anak (sudah punya anak atau belum, jumlah anak). Tema-tema percakapan itu seperti halnya tema percakapan pada saat reuni dan perayaan hari-hari besar yang mana semua orang bertemu dan menanyakan kabar masing-masing. Orang yang berkepribadian introvert (tertutup) cenderung tidak suka dengan situasi-situasi ramai seperti itu, sehingga kemungkinan mendapatkan informasi tentang pekerjaan juga terbatas. Dengan perkataan lain, orang dengan kepribadian introvert adalah mempunyai probabilitas keberutungan yang rendah
*Peluang keberuntungan juga akan semakin besar bagi para pemburu pekerjaan jika mereka mempersiapkan diri dengan berlatih berbagai soal-soal yang mirip dengan psikotes. Pada umumnya orang-orang yang baru saja lulus dari suatu universitas cenderung untuk tidak mau menengok lagi buku-buku pelajarannya, skripsi, atau tugas akhirnya. Mereka merasa sudah jenuh, dan ingin berganti suasana. Situasi emosi semacam itu dapat diarahkan secara produktif yaitu dengan mengisi waktu berlatih soal-soal yang mirip dengan psikotes. Upaya mandiri tersebut mengandung tantangan yaitu kesediaan untuk belajar lagi. Sungguh sulit bagi para lulusan itu untuk belajar lagi, duduk di meja membuka buku, berburu informasi melalui internet atau kenalan. Semakin lama mereka menganggur, mereka cenderung menarik diri sehingga peluang keberuntungannya menjadi berkurang.
Hal yang menyedihkan adalah orang-orang yang berburu pekerjaan dan sering ditolak oleh organisasi yang dilamarnya cenderung mengembangkan konsep diri yang learned helplessness (Myers, 1994). Learned helplessness yaitu keyakinan bahwa dirinya memang ditakdirkan untuk menganggur, tidak berdaya, dan tidak pantas untuk mendapat pekerjaan. Keyakinan ini merupakan hasil belajar yaitu pengalaman selalu ditolak.Untuk bangkit dari keyakinan yang buruk itu memang membutuhkan tekad besar.Caranya seperti ditulis di atas yaitu sering bergaul, sering mencari informasi, mengirimkan lagi surat lamaran tidak henti, berlatih psikotes, dan berusaha memperbaiki surat lamaran pekerjaan.
Keberuntungan dalam hal apa pun,termasuk mendapatkan pekerjaan,memang harus diciptakan. Hal ini karena keberuntungan tidak akan turun dari langit. Semakin pandai kita menciptakan peluang keberuntungan, maka semakin dekatlah Dewi Fortuna dalam kehidupan kita.

Daftar pustaka:

             Myers, D. G. (1994). Exploring social psychology. New York: McGraw-Hill, Inc.
Wiseman, R. (2003). The luck factor: The four essential principles. New York: Miramax
                 Books, Hyperion.

0 comments:

Post a Comment