23.10.15

PETUGAS KESEHATAN YANG BERKUALITAS SECARA MENTAL

           Sebagai seorang petugas kesehatan yang bekerja di sebuah pelayanan kesehatan tentu saja membutuhkan  skill  dan kemampuan yang mumpuni,  tetapi selain kedua hal tersebut  ternyata juga di butuhkan mental yang sehat sehingga didalam melayani pasien bisa di lakukan dengan baik. Ada begitu banyak jenis perawatan atau
terapi yang bisa diberikan sebagai sarana kesembuhannya, selain pemberian obat obatan, operasi,ada juga yang di sebut dengan terapi komunikasi atau komunikasi terapeutik.Menurut Departemen Kesehatan RI komunikasi terapeutik adalah komunikasi yang mendorong proses penyembuhan klien (DepKes,1997.dalam Suryani,2005). Pendapat lain mengenai komunikasi terapeutik di sampaikan oleh Stuart GW (1998) yang mengatakan komunikasi terapeutik merupakan hubungan interpersonal antara perawat dengan klien dalam memperbaiki klien dalam hubungan ini perawat dan klien memperoleh pengalaman belajar bersama dalam rangka memperbaiki pengalaman emosi klien.

            Sebagai seorang petugas kesehatan, penulis berpendapat bahwa komunikasi yang terjalin dengan baik dengan pasien adalah salah satu langkah awal dari sebuah proses penyembuhan pasien dari penyakitnya. Dimana melalui komunikasi yang baik, pasien atau klien bisa belajar untuk merubah perilaku dan kebiasaan yang justru bisa memperparah penyakitnya,menjadi perilaku yang mendorong proses penyembuhan itu sendiri. Hal ini didukung oleh pendapat dari Kurt Lewin yang menyatakan bahwa B=f (P,E), dimana B adalah behavior atau perilaku individu, P=Personal (variabel individu), E=environment (variabel luar individu dan lingkungan), sedangkan (f) disini adalah fungsi. Dengan demikian, perilaku individu seorang pasien sangat dipengaruhi oleh interaksi variabel individu dan juga variabel lingkungan.
         Dengan melihat variabel variabel diatas, maka kesehatan mental seorang petugas kesehatan tentu akan sangat berpengaruh terhadap perilaku individu dari pasien tersebut. Dengan mental yang sehat, seorang petugas kesehatan bisa berkomunikasi dan menyampaikan pesan kepada pasien dengan bahasa yang baik, cara yang baik dan tentu saja dengan penuh kelembutan sehingga pasien merasa nyaman,tenang  dan terbantu di tengah kesulitannya menderita sakit. Hal ini tentu akan terjadi yang sebaliknya jika seorang petugas kesehatan tidak mempunyai mental yang baik dalam berkomunikasi. Dari komunikasi terapeutik yang dilakukan dengan baik, maka akan menyebabkan proses penyembuhan pasien yang lebih cepat, hal ini tentu berimbas juga  terhadap kepercayaan pasien terhadap Rumah sakit tempat petugas kesehatan bekerja,sehingga semakin hari akan semakin banyak pasien yang berobat ke Rumah Sakit tersebut yang secara tidak langsung akan menambah income dari Rumah sakit.
                Dari uraian di atas, maka penulis  bisa mengambil kesimpulan bahwa seorang petugas kesehatan harus bisa memberikan pelayanan komunikasi terapeutik dengan cara yang baik dengan kata lain dia harus bisa menjadi variabel luar individu yang bisa mendorong variabel individu untuk berperilaku yang menunjang proses kesembuhan penyakitnya. Untuk semakin meningkatkan cara berkomunikasi yang baik bisa melalui training soft skill dan juga excellent service yang bisa semakin meningkatkan pelayanan petugas kesehatan di Rumah Sakit tersebut.


Daftar Pustaka
Walgito,B. (2005) Pengantar Psikologi Umum.Yogyakarta: Penerbit Andi.
Suryani.(2005).Komunikasi Terapeutik; Teori dan Praktik: Penerbit EGC
Stuart,G.W & Sundeen,S.J (1998).Buku Saku Keperawatan Jiwa.Alih Bahasa:Achir Yani S.Hamid. ed ke-3.Jakarta: Penerbit EGC                                  

 

0 comments:

Post a Comment