23.10.15

LANSKAP TROPIS MENJADI ISU KRITIS


Muji Pambudi dan Arundati Shinta

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

 
Pendekatan Lanskap saat ini menjadi penting dan mendesak bagi Indonesia, apalagi dengan adanya komitmen bahwa tahun 2015, dunia akan memulai pembangunan hijau, yaitu pembangunan yang berorientasi dengan keberpihakan kepada alam sekitar. Sehingga isu Lanskap ini menjadi sangat penting karena berhubungan atau berkaitan dengan dengan kelola sumber daya alam, perubahan iklim dan ketahanan pangan.  
         Indonesia sebagai Negara dengan Hutan tropis terbesar ketiga didunia, merupakan Negara yang penting dan sangat bernilai bagi dunia. Sehingga Indonesia mendapat perhatian khusus dari UNDP (Program Pembangunan PBB) agar bisa menjaga atau menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) 26 persen atau 41 persen pada tahun 2020, dimana hal ini juga akan mendapat bantuan atau sokongan dari Negara Negara lain yang berkepentingan dengan hal ini.
       Langkah Indonesia dalam meneruskan moratorium penghentian konsesi pada kawasan hutan primer dan lahan gambut mendapat pujian dari dunia internasional.Sebelumnya pemerintah Indonesia banyak memberi kesempatan kepada pengusaha berbisnis di kawasan hutan dan yang terjadi adalah menurunnya prasangka positif masyarakat, konflik-konflik tenurial dan lain lain. Sehingga dengan adanya moratorium ini, pemerintah berusaha untuk memperbaiki system penanganan hutan yang tidak benar oleh pengusaha dan melakukan pemeriksaan terhadap konsesi yang ada, agar jangan sampai kawasan hutan yang ada menjadi rusak.
           Langkah – langkah pemerintah dalam memperbaiki tata kelola  konsesi kawasan hutan juga di dukung oleh lembaga Swadaya Masyarakat, diantaranya Walhi yang menegaskan transformasi dari segi kebijakan dan praktik dilapangan agar akses dan control sumber daya hutan bisa di nikmati oleh semuanya.Sementara greenpeace Indonesia mengatakna agar pengusaha di bantu oleh pemerintah Indonesia agar bisa menerapkan pembangunan hijau
        Apa sumbangan artikel tersebut untuk psikologi lingkungan? Artikel tersebut memberi inspirasi bahwa model pembangunan hijau harus diterapkan di semua bidang, salah satunya tata kelola  hutan, dimana hutan tropis sangat erat hubungannya dengan perubahan iklim dan emisi rumah kacayang saat ini menjadi isu global. Sebagai mahasiswa psikologi, hal-hal kecil yang bisa dilakukan antara lain mengajak masyarakat untuk menanam pohon, memelihara pohon, dan mengenalkan akan manfaat hutan, flora, dan fauna bagi keberlanjutan kehidupan.

 

Sumber tulisan:

 
Kompas (2015). Lanskap Tropis Menjadi Isu Kritis. 28 April.

 

0 comments:

Post a Comment