23.9.15

RINGKASAN ARTIKEL: Satwa Dilindungi Kembali Ditemukan Mati




Juni Wulan Ningsih
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45


Ditemukan seekor penyu mati di Pantai Kalimati atau sisi Barat Pantai Parangkusumo Kretek Bantul  pada Senin, 15 Juni 2015. Kondisi penyu tersebut sudah membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap saat pertama kali ditemukan. Selain itu organ dalamnya sudah terburai keluar dan berceceran di hamparan pasir. Meski demikian tempurungnya sempat akan dijarang orang tak dikenal sebelum digagalkan oleh anggota SAR Parangtritis.

 Menurut  Komandar SAR, Ali Sutanta Jaka Saputra, saat pertama kali ditemukan warga langsung menginformasikan terhadap Pos SAR Parangtritis, tetapi sangat diisayangkan kondisinya sudah tidak bernyawa. Penemuan bangkai Penyu ini menambah keprihatinan pihak SAR lantaran awal April juga ditemukan Lumba-lumba yang terdampar dan akhirnya mati.


Matinya satwa yang dilindungi tersebut diharapkan dapat dijadikan evaluasi terhadap kemungkinan tercemarnya air di Laut Selatan Bantul, tutur Komandan SAR Parangtritis tersebut. Kemudian demi menghindari hal-hal yang tidak diingainkan, bangkai penyu segera dikuburkan oleh tim SAR Parangtritis.

Hubungan artikel ini dengan psikologi lingkungan yakni kita harus turut menjaga kelestarian makhluk hidup yang dilindungi baik flora maupun fauna. Dimana kelestariannya akan memberikan banyak manfaat bagi generasi penerus bangsa atau anak cucu kita kelak.



Sumber:
Roy-d. (2015). Satwa Dilindungi Kembali Ditemukan Mati. Kedaulatan Rakyat, 16 Juni, hal 7

0 comments:

Post a Comment