20.9.15

"Mengatasi Hujan Angin dengan Tritisan"



RINGKASAN ARTIKEL : Mengatasi Hujan Angin dengan Tritisan

Jati Pramono

Fakultas Psikologi 

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta


Hujan deras yang disertai angin kencang belakangan sering dirasakan warga yogyakarta . Dampaknya tentu saja cukup merepotkan, terutama ketika air hujan terbawa masuk ke dalam rumah tinggal akibat angin yang berhembus . Permasalahan ini menjadi lebih terasa pada desain rumah yang hanya menggunakan topi-topi sebagai tritisan. Lebar topi-topi yang sangat pendek, bahkan hanya 30 cm, membuat hujan dengan mudah masuk ke dalam rumah, baik melalui jendela maupun ventilasi udara.


Masalah ini tidak hanya membuat air masuk ke dalam rumah, tetapi juga dapat menimbulkan kerusakan pada beberapa bagian rumah, baik dinding, pintu maupun jendela. Kerusakan yang ditimbulkan tentu akan berpengaruh pada kekuatan dan keindahan rumah, dan ketika itu terjadi, maka biaya dan waktu yang dibutuhkan untuk memperbaikinya tentu tidak sedikit.

Dalam mengatasi masalah diatas, kita dapat menambahkan tritisan untuk melindungi rumah dari air dan angin kencang. Tritisan, selain berfungsi untuk melindungi bangunan dari terik matahari, juga melindungi dari hujan, terutama hujan yang disertai angin kencang. Hal yang harus diperhatikan adalah bahwa, tritisan yang dibuat jangan sampai merusak tampilan dan struktur bangunan. Hal ini biasa terjadi ketika menambahkan elemen lain dalam bangunan yang sudah jadi. Kehadirannya dapat merusak tampilan bangunan secara keseluruhan dan terkesan menjadi sebuah ‘tempelan’ semata. 

Lantas apa yang harus diperhatikan dalam membuat tritisan? Pertama-tama kita pahami terlebih dahulu desain rumah kita, bagaimana gaya arsitekturnya. Dengan memahami gaya arsitektur rumah kita, maka kita dapat membuat tritisan yang kontekstual. Hal lain yang perlu diperhatikan pula adalah bentuk tritisan, apakah datar, miring atau berbentuk atap pelana. Dalam menentukan bentuk tritisan, sebaiknya sedikit menghitung kemiringan yang dibutuhkan, demikian pula panjang tritisan. Perhitungan ini perlu agar hujan angin tidak dapat masuk ke dalam rumah. Perhitungan akan berbeda-beda pada tiap lokasi tritisan. Tritisan yang berbatasan dengan bangunan lain akan lebih terlindungi bila dibandingkan tritisan yang langsung berhadapan dengan ruang terbuka.

Tritisan yang fungsional dan estetis, maka rumah kita siap menghadapi kondisi hujan angin dengan tetap tampil kontekstual, bahkan menjadi lebih menarik.Parmonangan Manurung Dosen Jurusan Arsitektur Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta.


Sumber Pustaka :

Manurung, Parmonangan. (2015). Mengatasi Hujan Angin dengan Tritisan. Kedaulatan Rakyat, 4 Mei.
 

0 comments:

Post a Comment