14.9.15

Merayakan Hidup

Inda Stella Faubun
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta


Merayakan sering digunakan untuk sebuah perolehan yang sifatnya positif. Contohnya saat seseorang memenangkan lomba dan undian,  dan mendapat juara di kelas. Namun, tidak ada orang yang merayakan hasil pemeriksaan kesehatan yang hasilnya positif kanker hati stadium akhir. Merayakan hidup. Apakan selalu bersifat positif?
Ataukah bisa juga bersifat negatif? Apakah pertanyaan itu dapat dilogikakan?
Hidup selalu mempunyai dua wajah, yaitu tertawa dan menangis atau bisa juga sukacita dan dukacita. Keduanya memiliki dua hubungan yang tidak dapat lepas dari satu dengan lainnya. Seperti yang sering dikatakan orang bahwa “hidup seperti roda”, kadang kita berada dibawah dan kadang kita berada di atas. Tidak selamanya hidup kita bahagia, tapi akan ada tantangan yang kita alami, baik tantangan hidup yang ringan ataupun yang berat sekalipun. Sebuah tantangan yang ringan atau berat sekalipun selalu memiliki makna. Maka, dimanakah arti dari merayakan hidup, jika kehidupan tidak lepas dari sukacita dan dukacita?
Arti dari merayakan hidup, katakanlah seseorang yang sudah  tentunya menjalani hidupnya, mengerti hidup yang dijalaninya, dan menikmati suka dan duka dari hidup.  Seperti teori Mashlow, Hierarchy of Needs, dimana seseorang sudah mencapai tahap aktualisasi diri. Dalam hidupnya hanya mengembangkan dirinya dengan kemampuan yang ada dalam dirinya dan lebih mendekatkan diri pada Tuhan atau lebih kepada kerohanian.

Sumber tulisan:

Mulia, Samuel.(2015).Merayakan Hidup.Kompas.

0 comments:

Post a Comment