14.9.15

Pertanyaan Menjebak


 M. Melinda Rahail 
Fakultas Psikologi. Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta

Baiklah, kali ini kita tidak akan membahas tentang teka-teki silang atau berbagai macam pertanyaan mengenai tes dalam psikologi. Tetapi, yang saya maksud adalah pertanyaan yang akan anda buat sendiri dan anda ajukan pada diri anda sendiri. Bentuk pertanyaannya bebas, tentang apa saja, dimana saja, intinya terserah anda.
Caranya?
Terima kasih, anda hebat. Itu pertanyaan yang luar biasaJ. Ijinkan saya cetar (cerita sebentar)



Pertanyaan menjebak merupakan sebuah konsep yang bisa mengarahkan anda pada tujuan- tujuan anda dan menghubungkan anda dengan kebahagiaan. Namun, jika digunakan secara tidak tepat maka pertanyaan- pertanyaan itu bisa menghentikan anda untuk bertindak mencapai tujuan anda dan menghubungkan anda dengan penderitaan.

Pernahkah anda mendengar seseorang bilang “Mengapa aku? Kenapa ini terjadi padaku? Mengapa mereka tidak bisa memahamiku?”.  Saya yakin anda pasti pernah mendengarnya dan bisa jadi anda mungkin pernah mengatakan hal yang demikian pada diri anda sendiri. Sayangnya, pertanyaan seperti itu membuat otak fokus pada masalah bukan solusi.

Seperti contoh berikut ini: ketika seseorang ingin menurunkan berat badannya, ia berkata pada dirinya sendiri “Kenapa saya gendut?”, otaknya akan memberikan alasan-alasan mengapa dia gemuk – tidak lebih, tidak kurang dan itu hanya menambah penderitaan. Tapi, jika jenis pertanyaan tersebut diubah menjadi “Apa yang bisa saya lakukan untuk menurunkan berat badan?”  maka otak akan memberi jawaban-jawaban yang lebih baik. Seperti: rajin berolah raga, mengatur pola makan, dll.

Nah, perhatikanlah apa yang terjadi!!

Pertanyaan menjebak membuat seseorang menderita dan ia tidak mau melakukan apa yang ingin dia lakukan. Tetapi, ketika ia menggunakan pertanyaan yang lebih berkualitas maka ia akan menemukan solusi untuk mencapai tujuannya. Itulah mengapa, anda harus menyadari jenis pertanyaan yang akan anda ajukan pada diri anda sendiri setiap hari. Ingat, kita semua melakukannya. Kita terus mengajukan pertanyaan negatif “ kenapa ” bukan pertanyaan positif “ apa ”, bahkan kadang kita mengucapkannya keras-keras.

Sekarang pikirkanlah tiga hal yang ingin anda lakukan atau anda inginkan tetapi belum tercapai. Kemudian tulislah dahulu pertanyaan negatif “ kenapa ”, misalnya, anda mungkin menulis “Kenapa saya selalu berdebat dengan rekan kerja?” Sekarang ubahlah pertanyaan anda menjadi pertanyaan positif  “ apa ”,  maka akan menjadi “Apa yang bisa saya lakukan untuk bekerja lebih kooperatif dengan rekan kerja? ”. Perhatikan perbedaan dalam kualitas jawaban yang akan diberikan otak anda dan perhatikan juga apa yang anda rasakan.


Sudah? Apa yang anda rasakan? Bahagia, legah??

Kesimpulannya, perhatikan baik-baik dan sadari pertanyaan yang akan ajukan pada diri anda sendiri. Jangan tunggu nanti, mulailah hari ini. Yakinlah, ketika anda melakukan hal ini maka anda akan merasa lebih punya kendali terhadap hidup anda.


Daftar Pustaka

Dr.Ibrahim Elfiky.2014. Rahasia Kekuatan Pribadi. Jakarta: Zaman

0 comments:

Post a Comment