4.6.24

Tugas Essay 5: Psikologi Lingkungan - EKSPERIMEN TENTANG SAMPAH Oleh : FARICHATUL LAIL HUDHALIFAH

DOSEN PENGAMPU : Dr., Dra. ARUNDATI SHINTA MA

NAMA :  FARICHATUL LAIL HUDHALIFAH

NIM : 22310410176

KELAS : SJ

PROGRAM STUDI PSIKOLOGI

UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA


  1. KOMPOS 

Berikut cara membuatnya :

Alat dan Bahan:

1. Daun kering

2. Bahan hijau (seperti potongan rumput, sisa sayuran, dan lainnya)

3. Tanah kebun

4. Air

5. Alat pengaduk 

6. Wadah kompos 

 Langkah-langkah:

1. Tempat Kompos :

   - Pilih lokasi yang teduh dan memiliki drainase baik.

   - Jika menggunakan wadah kompos, pastikan memiliki ventilasi yang cukup.

2. Penyusunan Lapisan :

   - lapisan daun kering di dasar tempat kompos.

   - Tambahkan lapisan bahan hijau di atas daun kering.

   - Tambahkan sedikit tanah kebun di atas lapisan bahan hijau untuk mempercepat dekomposisi dengan menambahkan mikroorganisme tanah.

   - Ulangi lapisan ini hingga tempat kompos terisi, pastikan setiap lapisan tidak lebih tebal dari 10-15 cm.

4. Penyiraman :

   - Siram setiap lapisan dengan air secukupnya agar lembab, tapi tidak terlalu basah. Kelembaban idealnya seperti spons basah yang diperas.

5. Pengadukan :

   - Aduk tumpukan kompos setiap 1-2 minggu untuk memasukkan oksigen dan mempercepat proses dekomposisi.

   - Pastikan untuk mengaduk hingga bagian bawah agar semua bahan terurai secara merata.

   - Kompos siap digunakan ketika berwarna coklat gelap, gembur, dan berbau seperti tanah. Biasanya proses ini memakan waktu 2-6 bulan tergantung pada kondisi dan bahan yang digunakan.


  1. SABUN CAIR

Berikut cara membuatnya :

Bahan dan Alat :

1. Minyak goreng bekas (disaring untuk menghilangkan partikel makanan)

2. Air

3. Natrium hidroksida (NaOH) atau soda api (hati-hati dalam penggunaannya)

4. Pengaduk (sendok kayu atau pengaduk plastik)

5. Panci stainless steel

6. Termometer

7. Timbangan

8. Wadah untuk sabun cair

Langkah-langkah :

1. Bahan dan Alat :

-  Minyak Goreng Bekas:  Saring minyak goreng bekas untuk menghilangkan sisa-sisa makanan. Anda bisa menggunakan kain saring atau kertas saring.

- Soda Api : Pastikan menggunakan sarung tangan dan pelindung mata saat menangani soda api karena bahan ini bersifat korosif.

 2. Penimbangan :

- Timbang minyak goreng bekas sebanyak 500 gram.

- Timbang soda api sebanyak 70 gram.

- Timbang air sebanyak 160 gram.

3. Pencampuran Soda Api dengan Air:

- Tuangkan air ke dalam wadah tahan panas.

- Tambahkan soda api ke dalam air perlahan-lahan sambil diaduk hingga larut. (Penting: Jangan tambahkan air ke soda api karena bisa menyebabkan reaksi berbahaya).

- Biarkan campuran ini dingin hingga mencapai suhu sekitar 40-45°C.

4. Pencampuran:

- Tuangkan campuran soda api dan air ke dalam minyak panas secara perlahan sambil diaduk terus menerus.

- Aduk hingga campuran menjadi kental dan berubah warna menjadi lebih terang. Proses ini bisa memakan waktu sekitar 30-45 menit.

5. Pematangan:

- Setelah adonan kental, biarkan selama 24 jam agar sabun menjadi lebih kental dan mengeras.

- Setelah itu, tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk untuk mendapatkan konsistensi sabun cair yang diinginkan.

6. Penyimpanan:

- Tuangkan sabun cair ke dalam wadah penyimpanan. Gunakan botol bekas atau wadah sabun cair yang telah dicuci bersih.

- Sabun cair siap digunakan setelah disimpan selama beberapa hari untuk memastikan proses saponifikasi selesai dan pH sabun stabil.

  1. ECO ENZYM

Berikut cara membuatnya :

Bahan dan Alat  :

1. Sisa buah (kulit dan potongan yang tidak terpakai)

2. Gula merah atau gula tebu (bisa juga menggunakan gula pasir)

3. Air

4. Wadah plastik dengan penutup (hindari wadah kaca karena tekanan gas yang terbentuk bisa membuatnya pecah)

5. Timbangan

6. Sendok atau pengaduk

Langkah-langkah Pembuatan:

1. Persiapan Bahan:

- Kumpulkan sisa buah seperti kulit jeruk, kulit pisang, kulit apel, dan potongan buah lainnya. Potong menjadi ukuran lebih kecil untuk mempercepat proses fermentasi.

- Timbang gula dan sisa buah sesuai dengan rasio yang ditentukan.

2. Pencampuran Bahan:

- Larutkan gula dalam air di dalam wadah plastik. Aduk hingga gula benar-benar larut.

- Masukkan sisa buah ke dalam larutan gula. Pastikan semua sisa buah terendam dalam larutan.

3. Fermentasi:

- Tutup wadah dengan rapat, namun tidak terlalu ketat. Biarkan ada sedikit ruang untuk udara keluar karena proses fermentasi menghasilkan gas.

- Simpan wadah di tempat yang teduh dan sejuk.

4. Perawatan Selama Fermentasi:

- Aduk campuran setiap beberapa hari selama 1-2 minggu pertama untuk memastikan semua bahan tercampur dengan baik dan fermentasi berjalan merata.

- Setelah 2 minggu, aduk campuran setiap 1-2 minggu sekali.

5. Penyelesaian:

- Fermentasi membutuhkan waktu sekitar 3 bulan. Setelah 3 bulan, eco-enzyme akan siap digunakan.

- Saring campuran untuk memisahkan cairan dari ampas sisa buah. Cairan yang dihasilkan adalah eco-enzyme yang siap digunakan.


0 komentar:

Posting Komentar