7.5.24

Tugas Essay 6: Psikologi Lingkungan - Belajar di TPST (Tugas Pengganti) - "AIR BERSIH UNTUK QATAR" Oleh Finda Pensiuna Wati

 

Tugas Pengganti ke TPS

Finda Pensiuna Wati

22310410189

Dosen pengampu: Dr., Dra. Arundati Shinta MA

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta


AIR BERSIH UNTUK QATAR



Qatar merupakan wilayah semenanjung kecil di Jazirah Arab, satu-satunya Batasan daratnya adalah Saudi Arabia di bagian Selatan dan sisanya berbatasan dengan Teluk Persia. Dengan luas total 111.571 km2 dengan populasi penduduk k 3.278.489 dan pendapatan per kapita $84.514 dengan ber ibu kota Doha, Qatar mendapatkan kemerdekaannya pada tahun 1971 dari Inggris. Namun, pada tahun 2017, Saudi Arabia, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Mesir memutus hubungan diplomatic dengan Qatar sehingga menyebabkan krisis diplomatic Qatar 2017. Dan pada tahun 2021 secara resmi Boikot telah di cabut. "Amerika Serikat berkomitmen penuh untuk bekerja sama dengan GCC dan mitra regional lainnya untuk membangun kawasan Timur Tengah yang lebih aman, terintegrasi, damai, dan sejahtera," kata Miller seperti dikutip dari Associated Press. GCC (Gulf Cooperation Council) merupakan gabungan negara-negara yang mencakup Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan UEA.

 Qatar tidak hanya di berkati dengan sumber daya alam berupa gas dan minyak yang melimpah, Qatar bekerja sama khususnya dengan Iran di bidang pertambangan gas pada ladang gas bersama yang dibagi oleh kedua negara. Akan tetapi Qatar sangat pandai mengelola sumber daya alam tersebut dan menggunakannya secara evektif. Ekonomi Qatar didukung oleh perdagangan internasional di bidang tenaga kerja dan modal. Qatar mengembangkan sektor properti menggunakan jasa konstruksi dan tenaga kerja yang berasal dari Afrika dan Asia. Pertumbuhan ekonomi Qatar sangat pesat setelah melakukan investasi skala sangat besar dalam bidang gas alam cair. Pertumbuhan ekonomi Qatar dipengaruhi oleh Qatar Foundation yang juga mendukung kegiatan sosial dan pendidikan. Qatar merupakan satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki produk domestik bruto tertinggi di dunia ($ 93.990). Selain itu, persentase pengangguran di Qatar hampir mendekati 0%. Ekonomi Qatar yang tergolong makmur menjadi penentu utama dalam kebijakan luar negeri Qatar terkait serangan militer di kawasan Timur Tengah. Tak heran kalau saat ini Qatar menjadi negara yang maju, dengan teknologi Qatar memiliki biaya ekstraksi dan pencairan gas yang termurah dari negara manapun di dunia, sehingga menjadikannya pengekspor minyak dan gas alam cair terbesar di dunia. Dengan adanya kondisi tersebut tidak heran dengan Qatar jika menjadi Negara Gurun yang tadinya terbelakang menjadi negara yang kaya di Timur Tengah sampe saat ini.



 Qatar juga di percaya menjadi tuan rumah piala dunia 2022 yang telah menghabiskan biaya sebesar $229 miliar. Dengan kata lain, Qatar telah melontarkan $500 juta atau setara dengan Rp 7.8 Triliun setiap minggu untuk kepentingan kontruksi, infrastruktur, rumah sakit, hotel, bandara, dan stadion baru. Sehingga turnamen sepak bola di Qatar adalah ajang turnamen sepak bola yang termahal di dunia sepanjang masa. Sebagian besar dari pada itu untuk rencana infrastrutur yang besar-besaran yang merupakan menjadi bagian dari rencana Pembangunan untuk taun 2030 mendatang. Dan selama ajang piala dunia a di Qatar, Qatar telah meningkatkan produksi air bersih sebesar 10%, peningkatan tersebut untuk mengakomodasi sebanyak 1,2 juta fans yang datang ke Qatar. Dan juga untuk memelihara ribuan hektar rumput yang di tanam di lapangan stadion bola yang ada di Qatar. Setidaknya Qatar membutuhkan air sebanyak 10rb liter perhari untuk menyiraminya di setiap stadion yang ada di Qatar selama piala dunia berlangsung.

Meskipun kaya dengan minyak dan gasnya, namun Qatar merupakan negara yang kekurangan pasokan air bersih sejak jaman dahulu. Hal ini di karenakan bahwa wilayah Qatar merupakan padang pasir yang tidak ada sumber mata air yang mengalir seperti Sungai, dan untuk memenuhi air bersih Qatar mengandalkan air bawah tanah, dari desalinasi. Desalinasi adalah proses menghilangkan kadar garam berlebih pada air laut guna menghasilkan air yang dapat dikonsumsi manusia, atau dalam konteks Piala Dunia, layak pakai. "Kalau kami hanya mengandalkan sumber air alami, hanya ada 14.000 orang yang hidup di Qatar," ujar Radhouan Ben-Hamadou, profesor ilmu kelautan dari Qatar University. Dan daur ulang limbah air, akan tetapi Qatar mempunyai dua sumber akuifer atau lapisan tanah yang mengandung air. Sumber akuifer tersebut dari resapan air hujan yang memiliki konstribusi sebanyak 43% dari kebutuhan air di Qatar. Sumber air bersih Qatar juga dari hasil desalinasi yang mengubah air laut menjadi air bersih, pabrik desalinasi yang di bangun oleh Qatar berlokasi sepanjang pesisir Pantai Dimana hasil dari desalinasi tersebut berkonstibusi sebanyak 50% dari total kebutuhan. "99,9 persen dari semua energi yang digunakan untuk desalinasi sepanjang wilayah Teluk berasal dari pasokan bahan bakar hidrokarbon yang sangat murah," kata Dr Le Quesne. Bahan bakar hidrokarbon, seperti minyak dan gas, dapat menghasilkan polusi tinggi. Air bersih di Qatar, Sumber air di Qatar juga menggunakan daur ulang dari air limbah, hasil air dari daur ulang tersebut di gunakan untuk bidang pertanian, pertamanan, injeksi kedalam akuifer atau di buang ke laguna.



Kemudian untuk meningkatkan pasokan air bersihnya pada tahun 2013 lalu, Qatar membuat mega projek terbesar di Qatar, yaitu membuat resevoir air atau tempat penampungan air minum, Yang nantinya reservoir tersebut akan dapat untuk menyediakan kebutuhan air bersih 3 kali lipat dari yang ada sebelumnya. Saat ini sudah tersedia 5 reservoir dan stasiun pompa yang di bangun di Qatar, reservoir tersebut terhubung dnegan pabrik desalinas─▒ yang sudah ada melalui pipa air yang berukuran besar serta membentang sepanjang lebih dari 600km dan masing-masing reservoir air tersebut akan dapat untuk menampung air sebanyak 100jt galon air bersih. "Sebagian besar dari persediaan air itu berasal dari desalinasi, dan hampir 100 persen dari air itu digunakan untuk konsumsi rumah tangga," kata Dr Will Le Quesne, direktur wilayah Timur Tengah untuk UK Centre for Environment, Fisheries and Aquaculture Science.

 Pada projek Pembangunan reservoir dan stasiun pompa tersebut terbagi menjadi beberapa fase yakni yang pertama adalah fase pengerjaan tanah yang telah di mulai pada tahun 2013 lalu, kemudian pada fase ke dua adalah pemasangan pipa air pada tahun 2014, Lanjut pada fase ke tiga yaitu Pembangunan reservoir dan stasiun pompa yang telah di mulai pada tahun 2015.

Ada beberapa kendala yang pernah terjadi di reservoir dan stasiun pompa air, yaitu pompa yang kotor, dinamo yang tidak berputar, kerusakan pada kapasitor. Namun, tidak perlu khawatir hal seperti ini jarang terjadi karena selalu di pantau. Seservoir Qatar ini merupakan yang terbesear di dunia dan masuk dalam Guinness Book Over Try Out. Total luas dari lokasi Pembangunan reservoir ini sekitar 10km2 kemudian masing-masing reservoir air yang di bangun memilki milki ukuran 300 x 150 meter yang berjumlah sebanyak 24 buah dalam setiap plannya. Untuk strukturnya masing-masing pipa yang di gunakan dalam mega projek tersebut mamiliki Panjang 9 mter dan diameter 2,5 meter dan membutuhkan sebanyak 66.000 pipa. Lalu tanah yang di gali dalam pembanunan reservoir tersebut mencapai 14jt meter kubik serta beton yang di butuhkan sebanyak 2.115.000 meter kubik. Dan total biaya uncuk mega projek tersebut sekitar $4,7 milliar atau setara dengan Rp68 triliun.

 


Dan untuk pembayaran fasilitas air bersih ini sangat terjangkau, bagi para expatriot. Namun, Melansir dari situs onlineqatar.com, diketahui pemerintah Qatar tidak mengenakan banyak biaya untuk beberapa hal termasuk listrik, air, dan saluran telepon rumah. Dengan kata lain warga di sini mendapatkan listrik, air, dan saluran telepon gratis. Bagi warga asli atau Qatari. Bahkan Qatar diketahui hampir tidak mengenakan pajak. Satu-satunya pajak yang dikenakan adalah pajak impor, tetapi itu juga cukup masuk akal. Namun, bagi orang yang memasuki negara tersebut sebagai pekerja mungkin akan menemukan bahwa sementara beberapa hal mungkin lebih murah di sini, yang lain mungkin cukup mahal.

"Saya cukup optimis bagaimana negara ini dan wilayah sekitarnya dapat mengatasi proses yang sangat menguras energi ini, karena Anda tidak dapat hidup tanpa air," kata Dr Ben-Hamadou. Dengan Qatar dikabarkan mengajukan tawaran menjadi tuan rumah acara olah raga berskala besar lainnya, Olimpiade 2036, kemungkinan akan ada lebih banyak tantangan yang akan dihadapinya.

0 komentar:

Posting Komentar