13.5.24

Tugas Essay 3: Psikologi Lingkungan -Before After- "Membersihkan Sampah Di Lingkungan Kebondalem Sleman" Oleh Bunga Anggreani

PSIKOLOGI LINGKUNGAN

Dosen Pengampu : Dr, Dra ARUNDATI SHINTA , MA

UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA

Nama : Bunga anggreani

Nim : 22319410169



BEFORE AFTER PEMBERSIHAN SAMPAH DI LINGKUNGAN KEBONDALEM SLEMAN


        Plastik merupakan salah satu jenis sampah dengan jumlah paling banyak di dunia yang sampai saat ini belum tertangani dengan maximal. Komposisi sampah plastik di Indonesia setiap tahun mengalami pertambahan sekitar 5-6% sejak tahun 2000. Data ini semakin diperjelas dengan posisi Indonesia pada nomor dua teratas setelah China sebagai pembuang sampah plastik tertinggi sebanyak 8,96 ton per tahunnya. Inovasi lingkungan berupa pendayagunaan limbah plastik menjadi ecopaving atau dikenal dengan paving block plastik disinyalir mampu menjadi sebuah terobosan untuk mengurangi jumlah plastik di Indonesia. Namun yang masih belum terlalu banyak ditinjau yaitu dari segi kesehatan lingkungan, asap pembakaran plastik yang dinilai berbahaya masih menjadi pekerjaan rumah bersama.

        Setiap hari manusia tidak akan pernah terlepas dari sampah, terutama sampah plastik. Penggunaan sampah plastik di dunia dapat dikatakan mengerikan dan sulit dikendalikan. Meskipun beberapa negara kini telah banyak mengadopsi konsep zero waste dalam kehidupan, namun terus mengalami peningkatan sebanyak 5-6 persen sejak tahun 2000. Menurut Data Asosiasi Industri Plastik Indonesia dan Badan Pusat Statistik pada tahun 2018, sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun, dan sebanyak 3,2 juta ton diantaranya dibuang ke laut.Menggunungnya sampah terlebih sampah plastik menjadi sebuah pekerjaan rumah bersama. Tidak hanya pemerintah, masyarakat pun turut andil dalam upaya penanganan masalah ini. Upaya dan inovasi terus mengalir, dari kedua belah pihak. Namun, semua permasalahan sampah ini tentunya tidak lepas dari kesadaran masing- masing individu untuk membuang dan mengelola sampah dengan baik. Gerakan-gerakan kecil yang dilakukan seluruh komponen masyarakat dalam mengurangi sampah tentunya sangat memberikan dampak pada berkurangnya jumlah penggunaan plastik dalam keseharian. Seperti mendaur ulang plastik misalnya. Telah banyak ditemukan alat-alat rumah tangga yang berasal dari daur ulang sampah plastik namun upaya itu dinilai belum cukup ketika melihat kondisi sampah di Indonesia.

        Sampah masih menjadi masalah yang remeh, dan sangat minim pengelolaannya. Itu terlihat ketika daerah yang seharusnya terlihat indah, menjadi tidak sedap dipandang mata karena adanya sampah beserakan. Di sepanjang jalan yang saya lalui, menjadi salah satu perhatian saya, mengapa sampah ini dibiarkan saja? Mengapa tidak dilakukan pembersihan , padahal rumputnya hijau berseri, namun tertutup sampah.

        Dalam melengkapi tugas essay ketiga, saya melakukan kegiatan before after di daerah Kebondalem, Sleman, Yogyakarta.

Apa itu before after ?

        Before after adalah istilah dari bahasa inggris yang berarti sebelum dan sesudah.yang dapat dilakukan pembersihan sampah sebelum dan sesudahnya. Disini saya melakukan pembersihan dengan mengumpukan satu -persatu sampah yang berserakan di lokasi kebondalem. Berikut adalah dokumentasi kegiatan before after


Before


After


DAFTAR PUSTAKA

Asrul, H. (2011, Maret). Metode Pengelolaan Sampah. Diambil kembali dari Gerakan Indonesia Hijau: http://gerakanindonesiahijau.blogspot.com/2011/03/metode-pengelolaan-sampahkota.html

Gill, V. (2020, Juli 24). ‘Mengerikan, sampah plastik sebanyak 1,3 miliar ton akan mencemari lingkungan pada 2040. Diambil kembali dari BBC News: https://www.bbc.com/indonesia/majalah 53522290

0 komentar:

Posting Komentar