1.5.24

Esai 4 (David) : Berperilaku Inovatif, Merintis Usaha

 Tugas Esai 4 : Berperilaku Inovatif, Merintis Usaha

Inovatif : Kreasi Tas Daur Ulang Bungkus Minyak Goreng

Mata Kuliah : Psikologi Industri dan Organisasi

Dosen Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta, MA


David A. Laurent (23310410017)

Fakultas Psikologi 

Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta


Sampah merupakan salah satu permasalahan kompleks yang dihadapi baik oleh negara-negara berkembang maupun negara-negara maju di dunia. Masalah sampah merupakan masalah yang umum dan telah menjadi fenomena universal di berbagai negara di dunia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sampah adalah barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi. Sejalan dengan pengertian di atas yang menurut Pasal 1 Undang-Undang No. 18 Tahun 2008 Tentang Pengolahan Sampah, sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan atau proses alam yang berbentuk padat. Sampah merupakan persoalan besar dalam rumah dan lingkungan. Penyelesaian masalah sampah harus menyeluruh dari hulu ke hilir dan seluruh pihak turut terlibat supaya persoalan sampah dapat diatasi.

Daur ulang adalah salah satu strategi pengelolaan sampah padat yang terdiri dari kegiatan pemisahan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian, dan pembuatan produk atau material bekas pakai dan komponen utama dalam manajemen sampah modern. Pengelolaan sampah yang baik memberikan 2 (dua) manfaat penting, yakni mengurangi pencemaran lingkungan dan pemanfaatan sampah dapat meningkatkan nilai ekonomi atas benda yang bersangkutan sehingga menguntungkan masyarakat tertentu yang mengelolanya.

Kegiatan daur ulang sampah meliputi perbaikan, mendaur ulang, konversi bahan, suku cadang dan produk. Daur ulang sampah membutuhkan pendekatan yang berkelanjutan untuk mengelola limbah padat dalam membantu perekonomian masyarakat. Sampah dapat dijadikan sampah komersil atau sampah yang laku dijual untuk dijadikan produk lainnya sehingga apabila diolah lebih lanjut dapat menghasilkan keuntungan.

Daur ulang sampah memiliki tujuan utama adalah untuk mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke lingkungan dan mengurangi permintaan sumber daya alam (SDA). Selain itu, daur ulang juga bertujuan dalam menciptakan produk-produk yang memiliki nilai ekonomis, memberikan peluang usaha, dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya untuk menjaga lingkungan.

Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi volume smapah, yakni menerapkan prinsip 4R dalam menangani masalah sampah. Adapun 4R tersebut adalah sebagai berikut,

1) Reduce (mengurangi), upaya meminimalisir barang atau material yang dipergunakan

2) Reuse (menggunakan kembali), adalah memilih barang yang dapat dipakai kembali

3) Recycle (mendaur ulang), adalah barang yang sudah tidak berguna lagi bisa di daur ulang sehingga bermanfaat serta memiliki nilai tambah

4) Replace (mengganti), adalah mengganti barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama

Dalam kegiatan proses daur ulang, masalah utama yang masih mungkin untuk muncul ialah kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya daur ulang yang dapat berdampak pada kurangnya pasokan sampah untuk di daur ulang. Perlu dilakukan kegiatan penyuluhan untuk mengkampanyekan kesadaran melalui edukasi akan pentingnya daur ulang.

Masalah tambahan yang mungkin muncul apabila daur ulang dijual di platform marketplace adalah adanya persaingan dengan produk-produk lain dan baru yang lebih murah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, produsen daur ulang dapat menekankan aspek keberlanjutan dan nilai lingkungan dari produk daur ulang masing-masing.

Berikut adalah tahap-tahap proses daur ulang menggunakan bungkus minyak goreng,

1. Menyiapkan bungkus minyak goreng sesuai kebutuhan

2. Menggunting bungkus minyak goreng sesuai dengan bentuk tas yang diinginkan

3. Melipat dan menjahit bagian-bagian tas yang telah digunting

4. Tas dari bungkus minyak goreng siap dijualbelikan


Lampiran Foto Diri dan Produk



Lampiran Promosi pada Marketplace Facebook





0 komentar:

Posting Komentar