24.10.23

Essay II Meringkas Jurnal Motivasi

 

Sosialisasi Bank Sampah Menjadi Motivasi Gerakan Masyarakat Desa Kebalankulon Kecamatan Sekaran

 



 

Brhyllianda Ridwan Susila

21310410115

 Dosen Pengampu  Dr. Arundati Shinta, MA

Psikologi Inovasi

 

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45

Yogyakarta

 

 



Topik

Manajemen pemberdayaan masyarakat, manfaat bank sampah , penenlitian kualitatif.

Sumber

Hapsari, R. S., Suwasono, E., & Daroini, A. (2020). Bank sampah sebagai upaya pemberdayaan masyarakat. REVITALISASI: Jurnal Ilmu Manajemen8(2), 226-231.

Perma- salahan

Dalam jurnal ini, terdapat beberapa permasalahan yang perlu diatasi untuk meningkatkan efektivitas bank sampah, termasuk kurangnya keahlian dan pengetahuan pengurus, keterbatasan waktu dan dedikasi pengurus, kurangnya peningkatan yang signifikan dalam kinerja bank sampah, serta dampak yang belum maksimal dari kegiatan pemberdayaan masyarakat. Solusi-solusi yang relevan dan perubahan perlu diterapkan untuk meningkatkan kinerja dan manfaat bank sampah bagi masyarakat.

Tujuan penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk menggali berbagai aspek terkait pengelolaan bank sampah dan dampaknya pada pemberdayaan masyarakat. Tujuan khusus studi ini mencakup memberikan gambaran umum tentang bank sampah di Desa Bolorejo, menilai dampak pemberdayaan masyarakat dalam aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial, menganalisis praktik pengelolaan bank sampah, serta mengeksplorasi beragam aktivitas yang dilakukan oleh pengelola bank sampah dalam rangka memberdayakan masyarakat. Penelitian ini berusaha memberikan pemahaman tentang efektivitas inisiatif bank sampah dalam mempromosikan pemberdayaan masyarakat dan praktik pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

 

Isi

Dalam jurnal ini, membahas tentang revitalisasi Bank Sampah Manfaat di Desa Bolorejo, Kabupaten Tulungagung. Jurnal ini menjelaskan tentang pembentukan pengurus Bank Sampah Manfaat yang dilakukan secara sukarela tanpa memperhatikan keahlian calon pengurus. Pengurus yang terbentuk tidak dibayar dan jam kerjanya fleksibel. Namun, kurangnya keahlian dalam bidang-bidang tertentu menyebabkan bank sampah kurang berjalan secara optimal.

Jurnal ini juga membahas tentang evaluasi yang dilakukan oleh pengurus bank sampah secara berkala untuk mengecek kinerja pengurus dan pengadministrasian seperti pembukuan dan catatan buku tabungan. Evaluasi juga dilakukan untuk memberikan motivasi kepada anggota bank sampah dan mempertahankan kepercayaan dari Badan Lingkungan Hidup.

Selain itu, jurnal ini juga menjelaskan tentang pemberdayaan masyarakat melalui bank sampah. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain sosialisasi tentang konsep bank sampah, pembelajaran memilah jenis sampah kepada siswa sekolah, menggandeng masyarakat yang belum memiliki pekerjaan tetap untuk membuat kerajinan dari barang bekas, dan memberikan pelatihan mengenai manajemen sampah dan pembuatan kerajinan kepada warga masyarakat Desa Bolorejo.

Jurnal ini juga menyebutkan bahwa meskipun telah dilakukan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui bank sampah, belum terdapat peningkatan yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh sulitnya memberikan pemahaman dan menyadarkan masyarakat akan kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah.

Secara umum, jurnal ini memberikan gambaran tentang revitalisasi Bank Sampah Manfaat di Desa Bolorejo dan upaya pemberdayaan masyarakat melalui bank sampah tersebut.

Metode

Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan kualitatif serta metode penelitian deskriptif kualitatif. Pendekatan ini dipakai agar peneliti dapat menghasilkan data yang bersifat deskriptif dan dapat mengungkapkan penyebab serta proses terjadinya suatu fenomena. Penelitian dilakukan dari tanggal 10 Oktober hingga 20 April 2019 di Bank Sampah Manfaat yang berlokasi di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini melibatkan observasi, wawancara, dan analisis dokumen.

Hasil

Hasil analisis menunjukkan bahwa Bank Sampah Manfaat di Desa Bolorejo memiliki dampak positif pada berbagai aspek, termasuk lingkungan, sosial, dan ekonomi. Dari segi lingkungan, keberadaan Bank Sampah Manfaat membantu menciptakan kebersihan, kesehatan, dan kebebasan dari sampah di sekitar rumah warga. Kegiatan bank sampah juga memperkuat hubungan sosial antara pengurus dan anggota. Dari segi ekonomi, bank sampah memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat dengan sering mengadakan pelatihan manajemen sampah dan kerajinan dari bahan dasar sampah untuk warga Desa Bolorejo.

Dikusi

Manajemen Bank Sampah: Jurnal ini membahas tentang manajemen Bank Sampah Manfaat di Desa Bolorejo. Terdapat 7 orang pengurus yang menjabat sebagai Direktur, sekretaris, bendahara, teller, dan pemilahan. Namun, pembentukan pengurus tersebut tidak memperhatikan keahlian calon pengurus terlebih dahulu, sehingga kurang berjalan secara optimal.

Pemberdayaan Masyarakat: Bank Sampah Manfaat di Desa Bolorejo bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kritis masyarakat. Beberapa kegiatan pemberdayaan yang dilakukan antara lain sosialisasi tentang konsep bank sampah, pembelajaran memilah jenis sampah, dan menggandeng masyarakat yang belum memiliki pekerjaan tetap untuk membuat kerajinan dari barang bekas.

Evaluasi dan Dampak: Pengurus Bank Sampah Manfaat melakukan evaluasi secara berkala, namun belum terdapat peningkatan yang signifikan. Evaluasi dilakukan untuk mengecek kinerja pengurus, pengadministrasian, dan mempertahankan kepercayaan dari Badan Lingkungan Hidup. Belum memiliki dampak yang maksimal, sehingga perlu terus memberikan pemahaman dan motivasi kepada masyarakat mengenai kebersihan lingkungan dan pengelolaan sampah.

Pelatihan dan Pembuatan Kerajinan: Bank Sampah Manfaat sering mengadakan pelatihan-pelatihan mengenai manajemen sampah dan pembuatan kerajinan dari sampah kepada warga masyarakat Desa Bolorejo. Hal ini bertujuan untuk memberikan nilai ekonomis yang tinggi pada kerajinan tersebut.

 

0 komentar:

Posting Komentar