11.10.23

Essay 4 Perilaku Inovasi: PEMBUATAN VAS BUNGA HIAS

 

Essay 4 Perilaku Inovasi

Pembuatan Vas Bunga Hias

Psikologi Inovasi

Oleh:

Nia Zulkhaini(21310410097)

Dosen Pengampu:

Dra. Arundati Shinta,M.A



Sampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang kompleks dihadapi oleh masyarakat. Semakin meningkatnya jumlah penduduk pada suatu negara mengakibatkan semakin banyaknya sampah yang dihasilkan serta pola hidup yang semakin modern memberikan kontribusi berbagai jenis sampah seperti plastik dan jenis sampah lainya yang semakin susah untuk diurai secara alami. Pengolahan sampah merupakan tantangan besar bagi negara khusunya Indonesia. Kurangnya pengetahuan serta kemauan untuk memisahkan jenis sampah membuat masyarakat asal membuang sampah hingga jumlah sampah makin menumpuk di TPA.

 Sampah yang semakin bertambah dan kurangnya penanganan akan menimbulkan banyak dampak negatif seperti akan menjadi sarang virus dan bakteri, dapat mencemari udara dan pembuangan sampah sembarangan akan menimbulkan banyak dampak negatif bagi lingkungan. Maka peran masyarakat untuk mengurangi sampah sangat diperlukan seperti menerapkannya reduce, reuse dan recyle.

Perilaku inovatif merupakan salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk menanggulangi banyaknya jumlah sampah, yaitu dengan menciptakan kreasi baru dari bahan yang sudah ada dengan tujuan untuk membantu mengurangi jumlah sampah. Cara saya untuk ikut berpartisipasi dalam upaya pengurangan jumlah sampah yaitu dengan menerapkan recyle (mendaur ulang sampah). Mendaur ulang sampah dapat menghasilkan barang dengan harga jual tinggi. Seperti yang saya lakukan dengan mendaur ulang tutup botol bekas, tusuk sate dan juga kardus hingga menjadi sebuah vas bunga hias yang lebih bermanfaat.

Alat dan bahan:

Tutup botol bekas

Tusuk sate

Kardus

Gunting

Lem tembak

Benang kur

Manik-manik

 

Langkah pembuatan:

1.      Lubangi tutup botol dengan gunting

2.      Lapisi tutup botol dan tusuk sate menggunakan tali kur

3.      rekatkan tutup botol yang sudah dilapisi tali kur setiap sisi sebanyak 8 tutup botol

4.      rekatkan sebanyak 5 tusuk sate yang sudah dilapisi tali kur

5.      lapisi kardus yang sudah di ukur sesuai ukuran yang dimau dengan tali kur

6.      satukan tutup botol, tusuk sate, dan kardus hingga berbentuk vas bunga

7.      tambahkan manik-manik sebagai hiasan.

8.      Kerajinan siap di pasarkan

 

Sampah yang pada awalnya sebagai barang yang sudah tidak memiliki nilai jual dan tidak bermanfaat setelah di rubah menjadi sebuah kerajinan dapat menghasilkan nilai jual tinggi seperti vas bunga hias yang di promosikan di merketplace shopee https://shp.ee/nxxz483 dengan harga jual Rp. 35.000.

 

Referensi:

Fitri, F. F., Nurul, U. A., & Suyeno. Implementasi Kebijakan Pemerintah Dalam Inovasi Pengelolaan Sampah Terpadu. Jurnal respon publik. 13(4): 12-18.

https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=IMPLEMENTASI+KEBIJAKAN+PEMERINTAH+DALAM+INOVASI+PENGELOLAAN+SAMPAH+TERPADU&btnG=#d=gs_qabs&t=1697023465654&u=%23p%3D9ojaFyWo8AsJ (Diakses pada 11 Oktober 2023, Pukul 09.00 WIB)

 

0 komentar:

Posting Komentar