9.11.22

ESSAY UJIAN TENGAH SEMESTER PSIKOLOGI INOVASI

 

Yola Sastra : Aman Goddai Sikerei Muda dari Mentawai

Ingga Octiana (19310410007)

Dosen Pengampu : Dr. Dra. Arundati Shinta, MA

Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta



Topik

Generasi muda Mentawai yang menjadi penerus pekerjaan sikerei.

Sumber

Yola Sastra. (2022). Bakkat Kunen : Sikerei Muda dari Mentawai.Kompas.23 September, hal. 16.

Ringkasan

     Sikerei adalah ahli pengobatan tradisional dalam kehidupan mentawai mereka meramu obat-obatan dari pekarangan dan hutan, Sikerei merupakan pemimpin  ritual adat. Aman Goddai merupakan sikerei termuda di Desa Madobag dan satu dari belasan sikerei yang tersisa di Dusun Butui, daerah pedalaman pulau si berut. Pantangan menjadi sikerei antara lain tidak boleh memakan belut ikan sebelah (flatfish) dan monyet putih sesuai mengobati warga atau memimpin ritual adat.

       Sejak kecil aman Goddai tidak punya impian menjadi sikerei. Iya merasa tak mampu menjalani tabu. dari keluarga pun tidak ada tuntutan jadi pelanjut karena abang sulungnya Aman Lepon sudah menjadi sikerei, menurut kepercayaan masyarakat Mentawai ada dua faktor seseorang menjadi seikerei pertama atas keinginan diri sendiri, kedua karena sakit. Aman Goddai termasuk golongan kedua sebelum jadi si kerei Aman Goddai sakit-sakitan ia sering demam dan muntah-muntah sakitnya berminggu-minggu bahkan 2 bulan itu pun selalu berulang sikerei dari mana pun tak bisa mengobatinya.

      Saya Dipilih jadi sikerei oleh roh yang meminta, Kalau ditolak meninggal tidak ada obatnya setelah jadi sikerei langsung sembuh sampai sekarang tidak pernah sakit-sakitan lagi, Aman Goddai belajar jadi sikerei pada Aman laulau dan aman lepon sikerei mesti hafal berbagai jenis tanaman obat dan ratusan mantra nyanyian jadi bagian penting dalam pengobatan ataupun acara adat beda penyakit beda pula nyanyiannya. Aman Goddai Butuh 3 bulan untuk menghafal nyanyian syarat minimal sikerei.

          Sikerei bisa mengobati semua jenis penyakit mulai dari demam sakit kepala sakit perut luka patah tulang hingga kerasukan arwah pasien diobati dengan berbagai ramuan tumbuhan disertai nyanyian mantra, tugas si kerei lebih berupa pelayanan terhadap masyarakat dalam pengobatan seikerei tidak pernah meminta hanya apa yang diterima si kerei bentuk ungkapan terima kasih keluarga pasien tak ada bayaran ikhlas saja Sedangkan untuk kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak Aman Goddai dipenuhi dengan berladang sagu durian,pisang,keladi dan berburu di hutan Selain itu penghasilan lain kadang-kadang didapat dari wisatawan yang berkunjung untuk menginap diumanan asri dan menyaksikan langsung kehidupan keluarga sikerei

 


0 komentar:

Posting Komentar