29.12.20

 Teori Sosial Learning Martin Seligman Dan Walter Mischel

                                

Windyangreni Mika

19310410047

Dosen Pengampu: Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., M.A

Martin E. P Seligmen berpendapat bahwa psikologi bukan hanya studi tentang penyakit saja melainkan, kelemahan, dan kerusakan, tetapi psikologi juga tentang studi kebahagian, kekuatan, dan kebajikan (Seligman, 2005). Dalam pidato pelantikannya ia mengungkapkan bahwa sebelum perang dunia II psikologi memiliki tiga misi yaitu menyembuhkan penyakit mental, membuat hidup lebih bahagia, dan mengidentifikasi dan juga membina bakat mulia dan kegeniusan. Ada 3 tonggak utama psikologi positif yaitu studi tentang emosi positif, studi tentang sifat-sifat positif, terutama tentang kekuatan dan kebajikan, studi tentang lembaga-lembaga positif yaitu mendukung kebajikan (Seligman, 2005).  Martin Seligman lahir pada tanggal 12 Agustus 1942, di Albany New York Amerika Serikat. Seligman adalah pencetus Psikologi Positif, ia berpendapat bahwa psikologi positif merupakan suatu perspektif ilmiah tentang bagaimana membuat hidup lebih berharga. Tujuan dari psikologi positif adalah memberikan pandangan tentang manusia dari sisi lain, yaitu dengan cara menampilkan sifat-sifat indah dari manusia. Intervensi psikologi positif dapat melengkapi intervensi yang ada pada kajian psikologi yang dinilai masih tradisional, hal itu untuk mengurangi penderitaan dan membawa puncaknya kepada kebahagiaan (Seligman dan Csikszentmihalyi dalam Mardliyah, 2010).

 Sesungguhnya berbagai kekuatan yang dimiliki tiap orang dalam dirinya merupakan senjata utama dalam terapi. Hal inilah yang akhirnya semakin mendorong Martin E. P Seligman dan para tokoh psikologi positif lainnya untuk membangun kualitas-kualitas terbaik dalam hidup, tidak hanya sekedar hal-hal buruk yang telah Berdasarkan latar belakang tersebut maka muncul aliran psikologi modern yang dinamakan psikologi positif. Bidang psikologi positif terdiri dari pengalaman subjektif yang positif, kesejahteraan (well-being), kepuasan, keterlibatan (flow), kegembiraan, kebahagiaan, dan pandangan kognitif yang konstruktif mengenai masa depan, seperti optimisme, harapan, dan keyakinan (Seligman dalam Syinder & Lopez CRPUS dalam Mardliyah, 2010). 2.2 Kebahagiaan (Happiness) A. Pengertian Kebahagiaan (Happiness) Kebahagian didefinisikan sebagai kondisi psikologis yang positif, yang ditandai oleh tingginya kepuasan terhadap masa lalu, tingginya tingkat emosi positif, dan rendahnya tingkat emosi negatif (Carr dalam Mardliyah, 2010).

Rotter dan Mischel juga melihat manusia sebagai makhluk hidup yang terarah pada tujuan-tujuan yang tidak hanya sekedar bereaksi terhadap lingkungannya, namun berinteraksi dengan lingkungan yang bermakna secara psikologis. Manusia menempatkan nilai positif terhadap kejadian yang mereka persepsikan menggerakkan mereka lebih dekat dengan tujuan mereka, dan mereka menempatkan nilai negatif pada kejadian yang menghambat mereka mencapai tujuan. 


Sumber: 

http://etheses.uin-malang.ac.id/2262/5/09410026_Bab_2.pdf

https://images.app.goo.gl/X3EMqLtnmXDK8EWQA

https://images.app.goo.gl/mwQJT2CGk12xny1X7

0 komentar:

Posting Komentar