4.5.20

Relawan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19


Relawan Pangan di Tengah Pandemi Covid-19
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta




Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA.
Ahmad Prasetiyo / 19310410029

                Kondisi bencana yang disebabkan oleh Virus Corona terjadi di Indonesia. Salah satu daerah yang terkena dampak dari Virus Corona ini adalah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kondisi ini memunculkan banyak relawan yang ingin terjun ke lokasi dan menolong para warga yang terkena dampak Virus Corona ini. Sebagian relawan, tergabung dalam organisasi maupun komunitas sosial, namun ada yang tidak tergabung yang disebut sebagai relawan spontan.

            Tak dapat dipungkiri, terjadinya bencana yang disebabkan oleh Virus Corona ini menimbulkan banyak sekali dampak negatif bagi kehidupan masyarakat. Dampak negatif di antaranya adalah timbul korban jiwa yang tidak sedikit, karyawan putus kerja ( PHK ), Purchasing Managers Indek ( PMI ) Indonesia di bawah level 50 yakni 45,3 pada Maret 2020, lebih dari 12.703 penerbangan di 15 bandara dibatalkan sepanjang Januari-Februari, dan Inflasi pada bulan Maret 2020 tercatat sebesar 2,96% ( dalam, Kontan.co.id ). Penanganan terhadap dampak negatif yang timbul haruslah dilakukan sesegera mungkin. Semakin cepat proses penanganan dilakukan maka semakin banyak pula dampak negatif yang dapat dikurangi serta dapat mempercepat pula proses pemulihan. Gouldner mengatakan bahwa individu memiliki kewajiban untuk menolong individu lain yang sebelumnya pernah menolong dirinya (dalam Deaux & Wrightsman, 1984).

       Menangani dampak negatif yang timbul akibat bencana Virus Corona terjadi bukan merupakan sebuah hal yang mudah. Banyak hal-hal yang harus dikuasai, diperhatikan, dan tentunya hal ini tidak dapat dilakukan sendirian. Dibutuhkan kerjasama dan keterlibatan banyak individu dalam melakukan proses tersebut. Di Indonesia, gotong royong merupakan salah satu bentuk kerja sama yang sering dilakukan untuk menangani berbagai bencana. Gotong royong merupakan suatu bentuk kerja sama yang pelaksanaannya melalui pengerahan tenaga untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

            Sistem gotong royong sendiri sudah berkembang di Indonesia sejak zaman kejayaan Kerajaan Hindu di pulau Jawa. Masyarakat desa sekitar pulau Jawa menyebut gotong royong dengan istilah sambatan atau sambat sinambat. Sambatan berasal dari kata sambat yang berarti “mengeluh” kemudian dihubungkan dengan kata nyambat yang diartikan dengan “minta tolong”. Lalu seterusnya gotong royong selalu dikaitkan dengan kegiatan tolong menolong. Menurut penelitian yang telah dilakukan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan mengenai sistem gotong royong dalam masyarakat pedesaan di Yogyakarta tahun 1982, pelaksanaan kegiatan gotong royong ini hanya melibatkan beberapa individu terdekat yang berada dalam satu lingkungan, misalnya seperti tetangga rumah (DEPDIKBUD, 1982).





            Bentuk aksi nyata kami sebagai anggota Karang Taruna Kecamatan Mantrijeron Yogyakarta adalah menyalurkan bantuan. Bantuan tersebut berupa sembako yang kami bagikan kepada warga yang terdampak pandemi Covid-19 di wilayah Kecamatan Mantrijeron. Adapun bantuan yang disalurkan berupa bahan-bahan pangan pokok yang terdiri dari beras, telur, mie instan, susu dan bahan pangan lainnya.

            Kami melibatkan Babinkamtibmas Kecamatan Mantrijeron Yogyakarta untuk melakukan pendataan kepada warga yang terdampak Covid-19 agar bantuan yang disalurkan tepat sasaran. Bantuan berupa sembako tersebut diberikan secara langsung ke rumah-rumah warga yang terdampak pandemi Covid-19 guna menhindari kerumunan. Kami berharap bantuan paket sembako dapat berguna bagi warga yang terkena dampak pandemi Covid-19.
             

            Daftar Pustaka :
2.      DEPDIKBUD. (1982). Sistim gotong royong dalam masyarakat pedesaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Jakarta: Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Kebudayaan Daerah.
3.      Deaux, K., & Wrightsman, L. S. (1984). Social psychology in the 80s. California: Brooks/Cole Publishing Company.


10 comments:

  1. Memang sebagian orang menganggap wabah ini membuat kerugikan yang amat drastis akibatnya banyak sekarang pengurangan pegawai namun ada dampak positif dari ini semua yaitu nikmatnya berbagi dalam hal kecil dapat menjadi contoh dan hal kecil menjadi bermanfaat untuk orang lain semangat mas pras

    ReplyDelete
  2. Artikelnya sangat menarik, dan mungkin aksi nyata anggota karang taruna kecamatan mantrijeron bisa menjadi contoh untuk karang taruna lainnya

    ReplyDelete
  3. Artikel e apik mantapp

    ReplyDelete
  4. semoga lekas membaik indonesiaku

    ReplyDelete
  5. Artikel nya bagus, semangat terus buat amalnya ibadahnya..kak

    ReplyDelete