25.5.20

Apakan Penting Menilai Kinerja Karyawan?


Oleh:
Beatrice. A. J. C. Randan 
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

Menurut Prawirosentono (1999), kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika.
Dalam dunia kerja, sumber daya manusia atau karyawan memiliki peranan yang sangat penting bagi sebuah perusahaan. Salah satu kegiatan penting dari manajemen sumber daya manusia adalah penilaian kinerja karyawan (performance appraisal). Setiap dari perusahaan tentunya menginginkan karyawan yang memiliki kinerja sesuai dengan standar yang telah ditetapkan perusahaan sebelumnya atau bahkan melebihinya. Dengan dilakukannya penilaian kinerja terhadap karyawan, maka akan memberikan gambaran pada perusahaan seperti apa perilaku karyawan berkaitan dengan pekerjaannya serta informasi perihal penetapan kompensasi, pelatihan dan pengembangan, promosi karyawan, dan lain-lain. seperti yang disampaikan oleh Mathis dan Jackson (2006: 382), bahwa penilaian kinerja karyawan adalah proses mengevaluasi seberapa baik karyawan melakukan pekerjaan mereka jika dibandingkan dengan seperangkat standar dan kemudian mengkomunikasikan informasi tersebut pada karyawan. maka penilaian kinerja dapat dikatakan efektif apabila meliputi dua hal, yaitu (1) adanya seperangkat standar dan (2) komunikasi informasi (umpan balik).
Penilaian kinerja dilakukan antara atasan dengan bawahan dan mengevaluasi performa kerja masing-masing karyawan dalam mencapai target kerja yang telah ditentukan. Setelah penilaian kinerja selesai dilakukan, maka selanjutnya akan diberikan reward atau punishment terhadap karyawan yang bersangkutan. Yang paling penting, penilaian kinerja karyawan yang bagus adalah dapat berpikir secara rasional, bukan dengan perasaan.
Tujuan adanya penilaian kinerja bagi para karyawan dibagi menjadi dua, yaitu tujuan evaluasai dimana seorang menajer menilai kinerja dari masa lalu seseorang karyawan dengan menggunakan ratings deskriptif untuk menilai kinerja dan dengan data tersebut berguna dalam keputusan-keputusan promosi. Kemudian yang kedua adalah tujuan pengembangan dimana seorang manajer mencoba untuk meningkatkan kinerja seorang karyawan dimasa yang akan datang. sedangkan tujuan pokok dari sistem penilaian kinerja karyawan adalah: sesuatu yang menghasilkan informasi yang akurat dan valid berkenaan dengan prilaku dan kinerja anggota organisasi atau perusahaan.
 Penilaian kinerja karyawan dapat dirasakan manfaatnya oleh ketiga pihak, yaitu karyawan, penilai dan perusahaan. Manfaat yang terutama dirasakan oleh karyawan dari penilaian kinerja adalah:
  1. Karyawan dapat termotivasi untuk lebih baik lagi
  2. Dapat meningkatkan kepuasan kerja.
  3. karyawan dapat mengetahiu kelebihan dan kelemahannya serta memperbaiki kelemahan dan meningkatkan kelebihan.
  4. Dapat mengetahui standard hasil yang ditetapkan.
  5. Terjadinya komunikasi yang baik antara atasan dengan karyawannya.
Manfaat yang dirasakan penilai adalah sebagai berikut:
  1. Identifikasi peningkata nilai pribadi.
  2. Meningkatkan kepuasan kerja.
  3. Dapat memberikan pemahaman terhadap karyawan tentang rasa takut, percaya diri, harapan dan inspirasi.
  4. Meningkatkan kepuasan kerja.
Perusahaan juga memiliki manfaat dari penilaian kinerja karyawan, yaitu:
  1. Mengembangkan kemampuan, keterampilan, dan kemauan para karyawan dalam bekerja.
  2.  Dapat meningkatkan pandangan secara luas mengenai tugas para karyawannya.
  3.  Adanya komunikasi yang efektif tentang tujuan perusahaan.
  4. Dapat meningkatkan pencapaian tujuan perusahaan.
  5. Dapat meningkatkan rasa kebersamaan.

Daftar Pustaka:

https://www.karyaone.co.id/blog/metode-penilaian-kinerja/

0 comments:

Post a Comment