25.5.20

Peran BKK dalam Upaya Penyerapan Lulusan SMK di Dunia Industri



Oleh:
Alia Nanda Rumekti
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

            Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah sekolah menengah setingkat sekolah menengah umum (KBBI, 2016-2019). SMK merupakan pendidikan menengah atas yang mengelompokkan para siswanya ke jurusan yang diminatinya. SMK juga diartikan sebagai sekelompok siswa yang telah lulus SMP/MTs dan sederajat yang menempuh pendidikan selama kurang lebih tiga tahun dan setelah lulus bekerja atau berwirausaha (Setiyoono, 2019). SMK memiliki semboyan “SMK, Bisa!”, bisa kuliah dan bisa bekerja. Namun, pemikiran yang telah terbangun sejak lama adalah lulusan SMK merupakan lulusan yang siap bekerja. Pada kenyataanya, terdapat banyak hal yang menjadi kendala bagi SMK dalam memasarkan lulusannya. Lalu, apa saja yang menjadi kendala bagi SMK dan adakah unit pelaksana yang dapat membantu memasarkan lulusannya?
Kebutuhan tenaga kerja lulusan SMK di Industri masih terbilang cukup banyak. Ada banyak perusahaan atau usaha mandiri yang membutuhkan tenaga tingkat dasar-bukan profesional untuk mengisi posisi karyawan operasional di perusahaannya. Sangat disayangkan jika SMK tidak siap kerja sehingga gagal terserap oleh perusahaan. Ada empat hal yang dihadapi SMK dalam memasarkan lulusannya, yaitu:
1.    Kemampuan kerja lulusan tidak sesuai dengan lowongan yang dibuka.
2.    Kurangnya informasi tentang lowongan pekerjaan.
3.    Tidak adanya penghubung atau mediator antara sekolah dengan perusahaan atau industri.
4.    Lulusan yang memiliki kemampuan tinggi atau pandai cenderung rajin “nampik” dan memilih pekerjaan.
Kendala yang dihadapi SMK tentunya membutuhkan penyelesaian. Bursa Kerja Khusus (BKK) cocok untuk mengatasi rendahnya penyerapan tenaga kerja di SMK. BKK merupakan unit pelaksana dan informasi lowongan kerja dan pemasaran, serta penyaluran dan penempatan tenaga kerja ((DITPSMK), 2020)BKK juga berperan dalam proses kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi para siswanya. Penyaluran kerja bagi lulusan SMK ini tentunya membutuhkan mediator atau penghubung antara sekolah dengan pihak Industri atau perusahaan. Sementara kepuasan dalam hal penempatan kerja adalah alasan utama seseorang memilih dan menyiapkan diri memasuki dunia kerja melalui sekolah kejuruan (London (1973: 224) dalam Sukardi, 2007). Maka dari itu, keberadaan BKK sangat dibutuhkan untuk pemasaran lulusan SMK.
Permasalahan bangsa indonesia saat ini tidak sebatas ekonomi yang berjalan sangat lambat, tetapi angka pengangguran pun juga semakin meningkat. Tantangan terbesarnya adalah pengaruh globalisasi yang berdampak pada sebagian masyarakat. Namun hal itu cukup terbantu dengan adanya BKK di SMK. Ada sedikitnya dua masalah yang diidentifikasi dari penyelenggaraan BKK. Masalah tersebut adalah belum semua lulusan SMK tertampung sebagai pekerja di industri dan industri mengalami kesulitan rekrutmen dan penempatan kerja (Sukardi, 2007). Sehingga BKK diharapkan dapat membantu lulusan SMK mendapatkan pekerjaan dengan cara mudah, hemat, dan efisien. Selain keuntungan yang dirasakan oleh lulusan dan Industri, SMK juga memperoleh keuntungan dari adanya BKK. Salah satu keuntungan itu adalah kepercayaan dan relasi yang terbangun antar sekolah dengan pihak industri.
            Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan yang seharusnya menjadi penekan angka pengangguran, justru menjadi penyumbang pengangguran terbesar di Indonesia (Anggrairi, 2019). Hal tersebut salah satunya disebabkan oleh sedikitnya lulusan SMK  yang terserap ke industri dengan berbagai alasan. Peran BKK sebagai unit pelaksana, informasi kerja, dan pemasaran sangat dibutuhkan. BKK beserta perannya perlu dimaksimalkan agar dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik. Jika BKK berfungsi dengan baik, maka kepercayaan antara sekolah dan industri akan terbangun. Kesiapan kerja, informasi kerja, dan kepercayaan industri yang saling bersinergi, akan membantu banyaknya lulusan yang terserap. Akhirnya, angka pengangguran di Indonesia dapat ditekan.

Daftar Pustaka:

(DITPSMK). (2020, Mei 25). DIREKTORAT PEMBINAAN SMK DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN (DITPSMK). Diambil kembali dari https://bkk.ditpsmk.net/about
Anggrairi, E. S. (2019). Analisis Pengaruh Fasilitas Pendidikan Terhadap Tingkat Pengangguran dan Kemiskinan di Wilayah Indonesia Tahun 2018. Jurnal Pendikan: Riset dan Konseptual, 114.
London (1973: 224) dalam Sukardi, Th., & Hargiyanto P. (2007). Peran Bursa Kerja Khusus Sebagai Upaya Penempatan Lulusan SMK dalam Rangka Terwujudnya Link and Macth antara Sekolah dengan Dunia Industri. JPTK: Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 16(2), 146.
Setiyoono, A. R. (2019). Rahasia Cinta dan Cita-Cita SMK Purwosari. Jakarta: Rumah Media.
Sukardi, Th., & Hargiyanto P. (2007). Peran Bursa Kerja Khusus Sebagai Upaya Penempatan Lulusan SMK dalam Rangka Terwujudnya Link and Match antara Sekolah dengan Dunia Industri. JPTK: Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 16(2), 142.



0 comments:

Post a Comment