17.4.20

PENILAIAN KINERJA KARYAWAN DENGAN MENIMBANG EFEK KEBARUAN MASALAH


          
Ujian Tengah Semester Psikologi Industri dan Organisasi
Semester Genap 2019/2020
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA 
Teguh Sundoro / 19 310 410054
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta





     Sumber daya manusia merupakan kunci pokok dan mempunyai peran utama dalam setiap kegiatan perusahaan.Sebagai kunci pokok,sumber daya manusia yang berkualitas akan menentukan keberhasilan perusahaan dalam menyusun rencana,melaksanakan kegiatan operasional dan mengendalikan jalannya perusahaan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini berkaitan dengan cara pemeliharaan perusahaan terhadap prestasi kerja karyawan untuk mengoptimalkan karyawan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan, agar proses tersebut berjalan lancar dan seimbang maka diperlukan suatu penilaian kinerja untuk menilai kepuasan kerja karyawan yang menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya prestasi kerja karyawan.

  Penilaian kinerja merupakan bagian penting dari seluruh proses kegiatan pegawai yang bersangkutan.Penilaian kinerja (Performance Appraisal) adalah suatu sistem yang digunakan untuk menilai dan mengetahui sejauh mana seorang karyawan telah melaksanakan pekerjaannya secara keseluruhan.Penilaian Kinerja bertujuan untuk memberikan feedback kepada pegawai dalam upaya memperbaiki tampilan kerja,meningkatkan produktivitas dan sebagai dasar pengambilan berbagai kebijakan terhadap pegawai.Penilaian kinerja menjadi suatu pedoman dalam bidang personalia yang diharapkan dapat menunjukkan kepuasan kerja para karyawan secara rutin dan teratur.

    Kepuasan kerja menurut Martoyo (2006:142)adalah keadaan emosional karyawan dimana terjadi ataupun tidak terjadi titik temu antara nilai balas jasa karyawan dari perusahaan dengan tingkat nilai balas jasa yang memang diinginkan karyawan yang bersangkutan. Kepuasan kerja menjadi salah satu factor pendorong prestasi kerja karyawan. Prestasi kerja menurut Hasibuan (2002:94) adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu. Dengan kepuasan kerja yang diperoleh, diharapkan kinerja karyawan yang tinggi dapat dicapai para karyawan. Sehingga dapat diketahui bahwa tidak hanya kemampuan karyawan saja yang diperlukan dalam bekerja tetapi juga tingkat kepuasan dalam bekerjapun sangat mempengaruhi karyawan untuk kinerja yang lebih baru.

    Penilaian kinerja yang mengandung kesalahan atau dibangun dari sudut pandang pengawas yang bias dapat memengaruhi hubungan kerja karyawan. Karyawan yang kinerjanya dinilai salah atau tidak akurat mungkin hampir kehilangan pekerjaan, atau mereka mungkin akan kecewa dan menunjukkan tanda-tanda rendahnya moral dan kepuasan kerja yang buruk.Standar pekerjaan dapat ditentukan dari isi suatu pekerjaan, dapat dijadikan sebagai dasar penilaian setiap pekerjaan. Untuk memudahkan penilaian kinerja karyawan, standar pekerjaan harus dapat diukur dan dipahami secara jelas. Suatu pekerjaan dapat diukur melalui jumlah, kualitas, ketetapan waktu mengerjakannya, kehadiran, kemampuan bekerja sama yang dituntut suatu pekerjaan tertentu.Terdapat tiga jenis kriteria dalam penilaian kinerja, antara lain kriteria berdasarkan sifat, perilaku, dan hasil.Kriteria berdasaran sifat, berpusat pada karakteristik pribadi setiap karyawan. Jenis kriteria ini terpusat pada bagaimana kepribadian setiap karyawan dalam mengidentifikasi dan melaksanakan suatu jenis pekerjaan.Kriteria berdasarkan perilaku, ini mengarah pada bagaimana suatu pekerjaan dilaksanakan dengan baik.Kriteria berdasarkan hasil,jenis kriteria ini mengarah pada pencapaian hasil pekerjaan. Kinerja karyawan diukur berdasarkan hasil pekerjaan mereka, dimana pekerjaan tersebut mudah diukur dan jelas. Pengukuran dilakukan berdasarkan hasil yang dapat diterapkan.mereka hanya bertanggung jawab atas pekerjaan yang dilakukan, tidak bertanggung jawaban atas pekerjaan lain.

     Menghilangkan bias dan kesalahan dalam penilaian kinerja adalah tanggung jawab penting bagi manajer dan staf sumber daya manusia,Berikut langkah - langkah yang harus di lakukan seorang penilai adalah.Langkah yang pertama melengkapi pelatihan pengawas tentang dasar-dasar manajemen kinerja, termasuk filosofi dan praktik perusahaan, Pelatihan kepemimpinan tentang manajemen kinerja juga mencakup kapan dan bagaimana mengelola peringatan disipliner, tindakan korektif dan penangguhan, bagaimana memberikan umpan balik konstruktif kepada karyawan selama proses evaluasi dan bagaimana melakukan rapat evaluasi karyawan tahunan.

     Langkah yang kedua adalah mempelajari jenis-jenis bias dan kesalahan yang paling umum dalam penilaian kinerja. Bias tidak selalu negatif - pengawas memiliki favorit yang mereka evaluasi dengan peringkat sangat tinggi untuk setiap penilaian tahunan. Ini disebut efek halo, menunjukkan karyawan tidak dapat melakukan kesalahan. Ketika pengawas memberikan bobot yang tidak sama untuk tugas pekerjaan karyawan, itu dapat menghasilkan penilaian kinerja yang tidak akurat. Kesalahan dapat terjadi ketika pengawas hanya melihat kinerja karyawan untuk periode terbaru daripada periode evaluasi penuh. Ini disebut sebagai kesalahan recency.Meninjau dokumen karyawan untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang kinerja masa lalu serta mencatat perbedaan dalam penilaian kinerja sebelumnya yang dapat menambah masalah kinerja di kemudian hari.

      Langkah yang ketiga adalah membaca standar kinerja untuk semua tugas dan tugas yang menjadi tanggung jawab karyawan. Lihatlah kinerjanya sepanjang periode evaluasi seobjektif mungkin. Kumpulkan dokumen yang mendukung kinerja, seperti catatan penjualan, catatan panggilan, laporan, dan materi lain yang mengukur pekerjaan karyawan secara kuantitatif.Bandingkan standar kinerja dengan pekerjaannya yang sebenarnya ,periksa laporan pembukuan untuk setiap bulan selama seluruh periode evaluasi.Seorang karyawan dikatakan berhasil melaksanakan pekerjaanya atau memiliki kinerja baik, apabila hasil kerja yang diperoleh lebih tinggi dari standar kinerja. Untuk mengetahui hal itu perlu dilakukan penilaian kinerja setiap karyawan dalam perusahaan.

   



Daftar pustaka:
Bernardin dan Russel, 2003, Human Resources
Management, McGraw Hill,
New York.
Luthans. 2005. Perilaku Organisasi. Edisi
kesepuluh. Yogyakarta: ANDI.

Soeprihanto, Jhon. 2009. Penilaian Kinerja dan
Pengembangan Karyawan.Yogyakarta :
BPFE.
Martoyo, Susilo. 2006. Manajemen Sumber Daya
Manusia. Yogyakarta: BPFE.
https://smallbusiness.chron.com/eliminate-bias-error-performance-appraisals-11187.html

9 comments:

  1. Tulisannya sangat bagus. Memang dalam suatu perusahaan yang baik pasti ada yang namanya performance appraisal atau penilaian kerja. Salah satu bentuk evaluasi dasi sistem penilaian kerja yang baik adalah adanya penghargaan dan punishment, sistem semacam ini apakah masih berlaku dan apa pengaruh kedepannya bagi karyawan? Terima kasih. Salam. Andi P.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bantub jawab, menurut saya Penilaian kinerja sangat perlu dilakukan untuk melihat sejauh mana kinerja karyawan itu. Untuk evaluasi kinerja dengan reward dan punishment saya kira masih cocok untuk diterapkan karena dengan adanya reward dan punishment ini akan memunculkan motivasi kerja bagi karyawan. Trims

      Delete
  2. Judul dan tulisan sangat menarik. Bila dilakukan penilaian kerja pada karyawan memang sangat baik untuk menjadikan karyawan disiplin. Lalu apabila hal tersebut menyebabkan tingkat turnover menjadi tinggi karena banyak karyawan yang merasa hasil dari penilaian tidak sesuai dengan yang sudah ia kerjakan. Bagaimana cara mengatasinya? Terimakasih. Salam. Herlinda Desi

    ReplyDelete
  3. Penilaian kinerja harus di lakukan terhadap karyawan karena guna memperbaiki prestasi kerja,mengetahui kekurangan",pengembangan karier dsb,banyak alasan yang menyebabkan
    timbulnya turn over diantaranya
    adalah keinginan untuk mendapatkan peker-
    jaan yang lebih baik.
    Memang jika yang keluar masuk itu termasuk karyawan-karyawan terbaik, akan sangat merugikan perusahaan,hanya karyawan yang merasa puaslah yang akan bertahan dalam perusahaan dan tidak akan mau keluar meninggalkan perusahaan tempat kerjanya,kepuasan kerja itu merupakan gambaran perasaan positif seseorang tentang pekerjaan yang dihasilkan dari penilaian karakteristiknya, jika seseorang dengan tingkat kepuasan yang tinggi akan merasakan perasaan positif mengenai pekerjaannya.Jadi, kepuasan kerja merupakan sikap positif tenaga kerja terhadap pekerjaanya yang timbul berdasarkan penilaian terhadap situasi kerja.

    ReplyDelete
  4. Sutuju pak, karna sifat dan perilaku dapat mempengaruhi hasil kerja, jadi memang harus dijadikan kriteria dalam penilaian

    ReplyDelete
  5. Tulisan sudah sangat baik. Lanjutkan pak 👍🏽

    ReplyDelete
  6. Setuju pak, harus ada analisa dan evaluasi juga tentunya agar kinerja semakin baik. Semangat Pak Teguh!

    ReplyDelete
  7. Mantab pak..semakin banyak SDM berkualitas semakin cepat berkembang sebuah perusahaan 👍🏾

    ReplyDelete