17.4.20

MASALAH IMPLEMENTASI TRAINING TERHADAP KARYAWAN SENIOR



Ujian Tengah Semester Psikologi Industri & Organisasi 
Semester Genap 2019/2020
Dosen Pengampu : Dr. Arundati Shinta, MA.


Oleh :
Poppy Intan Permatasari/19310410013
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta


Pelatihan atau training adalah suatu proses belajar untuk menguasai keterampilan, pengetahuan dan sikap yang baru untuk mempersiapkan seseorang agar mampu melakukan pekerjaan yang saat ini menjadi tanggungjawabnya atau yang akan menjadi tanggung jawabnya kelak sebagai bagian dari perkembangan individu maupun organisasi di mana ia bekerja (Abdorrakhman, 2011:8). Pada umumnya suatu organisasi dalam beraktivitas, senantiasa berusaha untuk dapat mencapai tujuan utama yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor dan salah satunya adalah faktor sumber daya manusia (SDM), baik dari segi kualitas maupun kuantitas sumberdaya manusia itu sendiri. Hal ini menyebabkan pentingnya sumberdaya manusia dalam kinerja suatu organisasi.
 Pentingnya karyawan dalam suatu organisasi tidak hanya diarahkan pada sasaran dan proses produksi saja tetapi juga ditujukan pada bagaimana mengimplementasikan pelatihan terhadap karyawan agar dapat meningkatkan kualitas kerja karyawan (Cantika, 2005). Sehebat apapun suatu organisasi, secanggih apapun sistem yang dimiliki, tak akan ada artinya tanpa karyawan yang berkualitas. Sering terjadi di suatu organisasi, banyak karyawan yang sudah senior tetapi tidak memiliki keterampilan yang mumpuni bahkan cenderung jadi duri dalam daging ataupun sebaliknya turnover karyawan relative tinggi. (BERNAS.id, 2017). Menurut Robbins dan Judge (2009:38), turnover adalah tindakan pengunduran diri secara permanen yang dilakukan oleh karyawan baik secara sukarela atau pun tidak secara sukarela. Turnover dapat berupa pengunduran diri, perpindahan keluar unit organisasi, pemberhentian atau kematian anggota organisasi.
           Pencegahan yang bisa dilakukan untuk mengurangi turnover yaitu degan melakukan ( Implementasi) training atau pelatihan untuk karyawan baru maupun karyawan lama.(Umar (2005:12) Tujuan pelatihan sendiri untu memperbaiki penguasaan berbagai keterampilan dan teknik pelaksanaan kerja untuk kebutuhan sekarang. Tujuan lainnya untuk mengurangi kinerja karyawan yang rendah pada suatu organisasi (Arundati,2014). Tetapi, masalah yang sering muncul yaitu  karyawan lama cenderung menolak untuk mengikuti training atau pelatihan. Mengapa demikian? Ada beberapa faktor penyebab karyawan lama tidak mau mengikuti pelatihan lagi yaitu: 1. Gengsi serta kurang percaya diri dengan karyawan baru, 2. Kesalahpahaman mengenai kebutuhan akan perubahan, merasa tidak membutuhkan pelatihan lagi, 4. Hubungan yang kuat dengan cara-cara lama, serta 5. Ketakutan dengan sesuatu yang asing.

 

Dengan adanya beberapa faktor penyebab karyawan lama yang cenderung menolak ikut pelatihan, lalu cara apa yang harus dilakukan untuk mengatasi hal tersebut? Memberikan pemahamann dan edukasi kepada karyawan lama betapa pentingnya implementasi pelatihan demi kinerja karyawan untuk meningkatkan produktivitas suatu organisasi, serta perlunya pendekatan baru dengan komunikasi yang baik  antara karyawan dengan atasan (Chen, 2004). Oleh sebab itu, program implementasi pelatihan sangat penting untuk karyawan lama maupun karyawan baru demi meningkatkan produktivitas dan kemajuan suatu organisasi. Serta tidak ada salahnya jika karyawan lama mengikuti pelatihan karena akan sangat mudah untuk mereka bisa naik jabatan dengan pengalaman dan wawasan baru yang telah mereka dapatkan selama training atau pelatihan.

    



Daftar Pustaka:

BERNAS.id. (2017, 13 Oktober). 3 Cara Jitu Membentuk Karyawan “Super Employee”.https://m.bernas.id/48536-3-cara-jitu-membentuk-karyawan-super-employee.html (Diakses pada 17 April 2020).

Chen, T.Y., Chang, P.L., & Yeh, C.W., (2004), A study off career needs, career development programs, job satisfaction and turnover intensity of R & D personnel, Career Development International, Vol.9, No.4, 424-437.

Gintings, Abdorrakhman. (2011). Esensi Praktis Manajemen Pendidikan dan    Pelatihan. Bandung : Humaniora.

Robbins, Stephen P. dan Judge, Timothy A. 2009. Organizational Behavior. USA: Pearson International Edition Prentice-Hall.


Sribudi, Cantika Yuli. 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia. Malang : UMM Press.

Shinta, A., Bimono, & Listiari,E. (2014). Membangun situasi kerja yang lebih menyenangkan dengan pegadaan minuman yang bergizi tinggi. Prosiding Konferensi Nasional II Psikologi Kesehatan Fakultas Psikologi Universitas Yarsi (Jilid 1). Peran Psikologi Kesehatan Menuju Indonesia Sehat dan Hidup Berkualitas (Sehat Fisik, Mental, Sosial dan Spiritual). 21-22 Juni 2014. Jakarta: Fakultas Psikologi Universitas Yarsi. No. ISBN.978-602-19305-2-6. Halaman: 70-79.

Umar, Husein. 2005. Riset SDM Dalam Organisasi. Edisi Revisi Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.


Sumber Gambar :

128 komentar:

  1. Mantap, materinya baguss

    BalasHapus
  2. Pemikiran yang inspiratif

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. Terimakasih kembali kak sudah membacanya, semoga menambah pengetahuan buat kakak.

      Hapus
  4. Bagus, menambah pemahaman literasiku

    BalasHapus
  5. Bagus,untuk nambah wawasan para karyawan

    BalasHapus
  6. Materi nya bagus, menambah wawasan saya

    BalasHapus
  7. Good, sangat bagus untuk menambah wawasan.

    BalasHapus
  8. Tulisan yang bagus

    BalasHapus
  9. Bagus, Mungkin diperdalam lagi penjelasannya soalnya banyak yang harus diperjelaskan arti pada pelatihan atau training tersebut.. Semangat Dam Sukses Selalu..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik kak terima kasih sarannya, semoga saya bisa lebih termotivasi dengan masukan dari kakak. Semoga bisa bermanfaat terima kasih kak

      Hapus
  10. Terimakasih ilmunya kakak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, sama-sama adek.terimakasih sudah mampir membac

      Hapus
  11. Sangat membantu, terimakasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, terimakasih kembali sudah mampir membaca kak semoga bisa bermanfaat

      Hapus
  12. Terimakasih.semoga ilmunya bermanfaat bagi orang lain

    BalasHapus
  13. Terimakasih, sangat membantu informasi nya

    BalasHapus
  14. Nice pop, semangat semangat

    BalasHapus
  15. Bagus , bermanfaat menambah wawasan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah, terimakasih kak sudah mampir membaca

      Hapus
  16. NICE, sangat bermanfaat dan bakalan berguna untuk kedepannya

    BalasHapus
  17. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  18. Tingkatkan dan terus kembangkan untuk kesempurnaan. Proud of you girl🤝

    BalasHapus
  19. lumayan buat nambah referensi, semoga kedepannya makin produktif.

    BalasHapus
  20. Very good, very useful for me😍

    BalasHapus
  21. Bagus nih, buat nambah wawasan

    BalasHapus
  22. Artikel nya bagus menambah wawasan

    BalasHapus
  23. Bagus kak membantu banget,menambah wawasan

    BalasHapus
  24. Nice, artikel nya bagus sekali kak.sukses selalu kak

    BalasHapus
  25. semoga artikelnya bisa mengedukasi para karyawan senior yang masih saja nggak mau ikut training:) semangatt

    BalasHapus
  26. Semoga artikel nya bisa bermanfaat buat banyak orang:)

    BalasHapus
  27. Bagus, semangat buat artikelnya

    BalasHapus
  28. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  29. Nice,artikelnya bagus kak

    BalasHapus
  30. Mantap artikelnya Pong bisa menambah wawasan baru

    BalasHapus
  31. Artikelnya sangat bermanfaat bagi para pekerja

    BalasHapus
  32. Penggunaan majas udah tepat, banyak kata baru bagi saya dan dijelaskan dengan tepat. Trmksh ��

    BalasHapus
  33. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  34. mantap ,Artikelnya bagus banget kak dan menambah wawasan baru juga

    BalasHapus
  35. Artikelnya sangat mengedukasi buat para karyawan senior yang tidak mau ikut pelatihan, sukses terus ya dek.

    BalasHapus