21.3.20

Pandemi Covid-19: Berani Melawan Covid-19?

PANDEMI COVID-19: BERANI MELAWAN COVID-19?
Erlyna Rahma Sari/19310410084
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
Dosen Pembimbing: FX. Wahyu Widiantoro, S. Psi., M. A.

Menyikapi pandemi Covid-19, beberapa wilayah di Indonesia menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Covid-19 atau yang lebih kita kenal dengan sebutan Corona Virus Desease. Virus corona adalah penyakit yang menular. Gejala virus ini hampir sama dengan penyakit flu. Virus corona termasuk zoonosis, artinya ditularkan antara hewan dan manusia. Covid-19 baru diketahui setelah menyebar di Wuhan, Cina, pada bulan Desember 2019. Penyebaran virus ini sangat cepat. Terbukti, hampir di seluruh dunia teridentifikasi Covid-19. Kini, Negara-negara yang teridentifikasi, sedang berusaha melawan dan mengatasi Covid-19.
  Pemerintah Indonesia menghimbau agar masyarakat tetap tenang menghadapi pandemi corona. Beberapa kebijakan dan upaya pemerintah untuk menghadapi virus corona sudah diterapkan. Kebijakan dan upaya pemerintah ialah: pertama, pemerintah meliburkan sekolah dan perguruan tinggi, kemudian diganti dengan pembelajaran dalam jaringan, kedua, pemerintah menghimbau agar selalu menjaga kebersihan, beberapa tempat umum sudah menyediakan hand sanitize, dan ketiga, pemerintah menyatakan social distancing.
Kebijakan dan upaya pemerintah bukan tanpa alasan. Pemerintah menyuarakan agar kita bersama melawan corona. Dengan diliburkan beberapa instansi pemerintah berharap masyarakat tetap di rumah masing-masing. Masyarakat tidak dianjurkan untuk berpergian atau bertemu banyak orang, kecuali urusan mendesak. Pemerintah berharap dengan begitu mereka dapat memutus rantai persebaran virus corona.
Menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan juga sangat penting. Banyak informasi dari berita televisi, sosial media dan iklan layanan masyarakat mengenai tata cara menjaga kebersiahan. Salah satunya adalah mencuci tangan secara teratur, menutupi mulut dan hidung saat batuk dan bersin, dan memakai masker ketika sakit.
Masyarakat juga dihimbau untuk menjaga jarak aman dengan orang lain atau social distancing. Masyarakat perlu menerapkan ini supaya jumlah orang yang terinfeksi Covid-19 tidak melonjak. Dengan ini rumah sakit bisa melayani pasien secara optimal dan sesuai kapasitas yang ada. Cara melakukan social distancing: pertama, menghindari kerumunan, kedua, jaga jarak aman 1-2 meter dari orang lain, dan ketiga, meminimalisir kontak fisik dengan orang lain.
Jadi, mari kita bersatu melawan Covid-19. Dengan bersatu membantu pemerintah, dokter serta perawat untuk mematuhi kebijakan-kebijakan yang sudah dibuat. Masyarakat tetap tenang dan waspada. Mencari informasi dari sumber yang terpercaya perihal penyebaran dan penanganan Covid-19. Masyarakat  cerdas mampu mengatasi pandemi corona. Kita bersatu dan berani melawan Covid-19.


Referensi:
https://medan.tribunnews.com/2020/03/20/penjelasan-lengkap-tentang-virus-corona-covid-19-dari-gejala-ciri-ciri-hingga-cara-mencegah (diakses pada 20 maret 2020)
https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/16/090327765/wilayah-di-indonesia-yang-tetapkan-status-klb-virus-corona (diakses pada 20 maret 2020)
https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/20/123000565/infografik-mengenal-social-distancing (diakses pada 20 maret 2020)

0 comments:

Post a Comment