14.11.19

PERAN PENTING ORANG TUA TERHADAP ANAK


PERADABAN ANAK BERMULA DARI KELUARGA

Ika Fatmawati
183104101185
Dosen Pengampu : Fx. Wahyu Widiantoro S.Psi., M.A
 

Seorang Ibu bercerita kepada saya tentang putranya yang baru saja pindah PAUD.  Alasan Ibu tersebut memindahkan dari lembaga PAUD pertama ke lembaga berikutnya karena merasa kurang puas. Kurang puas dengan system pendidikannya, kurang puas dengan guru- gurunya, dan kurang puas dengan arena bermain yang kurang memadai. Tidak hanya satu dua orang tua yang menyampaikan hal serupa kepada saya. 

Mempunyai target dan harapan yang baik kepada sekolah ataupun lembaga pendidikan adalah hal yang wajar. Menginginkan potensi anaknya dapat berkembang dengan maksimal, mempunyai sopan santun, dan adab yang baik adalah harapan semua orang tua. Banyak orang tua berlomba- lomba mencari sekolah yang ideal, guru yang ramah dan pembelajaran yang baik.

Sekolah merupakan mitra orang tua untuk mewujudkan cita- cita yang mulia tersebut. Meskipun demikian, rumah atau keluarga adalah landasan utama anak mengawali sebuah peradaban. Kebiasaan anak mulai dari bahasa, tingkah laku mereka perolah dari lingkungan pertama kehidupannya. Mereka mengamati orang yang paling dekat dengan dirinya dari awal kehidupan sampai saat ini, yaitu orangtua dan keluarga.

Kadang- kadang orangtua protes, sudah sekolah hampir satu tahun masih belum bisa apa- apa. Orang tua melihat sisi keberhasilan pendidikan anak hanya dari sisi akademis saja, membaca, menulis, dan berhitung. Mereka terkadang lalai bahwa hal yang terpenting adalah tahapan perkembangan anak sesuai dengan usianya dapat terlewati dengan baik dan tuntas. Memberikan stimulus kepada anak agar anak dapat merespon dengan baik.

Anak- anak tetaplah anak- anak yang mempunyai pikiran sederhana bahwa dunianya adalah bermain. Sudah menjadi kewajiban orang tua membekali anak- anaknya dengan berbagai kemampuan. Tidak jarang anak- anak usia pra sekolah sudah diikutkan berbagai macam les. Jadwalnya sangat padat, semua itu tidak menjadi masalah selama anak bisa menikmati.

Menurut Lickona (2012 : 77) Keluarga merupakan pertama dan paling penting pengaruhnya terhadap karakter seorang anak. Pekerjaan sekolah adalah memperkuat nilai- nilai karakter yang positif (etika kerja, sikap hormat, tanggung jawab, kejujuran, dsb.) yang diajarkan di rumah.

Akan tetapi kenyataan yang ada saat ini adalah banyak orang tua yang tidak memenuhi peran penting mereka dalam pembentukan karakter anak. Orang tua cenderung mempercayakan penuh kepada sekolah tentang nilai- nilai yang harus diberikan. Peran mereka dirumah menjadi sangat kecil karena tanggung jawab pengasuhan sudah dialihkan ke sekolah.

Terbentuknya rasa aman dan nyaman seorang anak berasal dari cinta dan kasih sayang orang tua. Penerimaan positif pada diri mereka menempatkan pada penerimaan yang positif dan timbal balik, begitu menurut Rogers. Mereka akan memperolah kepuasan dengan menerima dirinya sendiri. Sekolah akan menjadi rumah kedua mereka untuk mengembangkan nilai- nilai yang sudah tertanam di rumah.

Orang tua hendaknya menyadari bahwa mereka adalah contoh untuk anak- anak mereka. Apa yang dilihat dan didengar anak, itulah yang terekam dalam memorinya kemudian anak akan mengikuti perilaku orang tua. Pengajaran kepada anak melalui contoh atau keteladanan lebih mudah diterima anak apabila dilakukan berulang- ulang dan konsisten. Teori ini dikemukaan oleh Albert Bandura yang dikenal dengan belajar sosial atau sosial learning. 

Kita kembalikan lagi fungsi keluarga seutuhnya, yaitu memberikan rasa aman dan nyaman kepada anak. Membangun komunikasi yang sehat dan baik, penanaman pendidikan karakter sejak dini dengan nilai- nilai positif. Menempatkan posisi sekolah sebagai mitra atau partner orang tua untuk mewujudkan harapan mereka kepada anak- anak. Akan lebih baik jika orang tua ikut terlibat dalam kegiatan sekolah baik secara langsung maupun tidak langsung.


Daftar Pustaka : 
- Lickona, T. (2012) Pendidikan karakter. Bantul: Kreasi wacana
- Alwisol, (2009). Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press
  

0 comments:

Post a Comment