6.10.19

HUBUNGAN ANTARA KENAKALAN REMAJA DENGAN KELUARGA DAN POLA ASUH ORANGTUA


Trias Sabila Rahmah
19310410036
Psikologi Umum 1
Dosen Bp. Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., MA

     Akhir-akhir ini kenakalan remaja khususnya pada pelajar menjadi permasalahan yang sangat mengkhawatirkan baik dari segi pendidikan, psikologi maupun sosial. Kenakalan remaja sering disebabkan karena faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dan menjadi faktor terbesar kenakalan remaja terjadi adalah lemahnya iman serta pola asuh orangtua yang salah.
     Bandura (1989) dalam studinya menjelaskan bahwa keluarga, masyarakat, dan media massa secara sistematis dapat membentuk pola ingatan yang tergambar dalam kebiasaan bertingkah laku individu melalui peniruan dan pemodelan. Keluarga menjadi faktor yang penting dalam perkembangan psikologi anak. Orangtua juga memberikan dasar kehidupan moral anak. Sifat dan perilaku anak sebagian besar diambil dari kedua orangtua serta keluarga terdekat lainnya (Sriyanto, Aim Abdulkarim, Asmawi Zainul, Enok Maryani, 2014).
     Namun pada kenyataanya, orangtua seringkali memberi contoh agresif dengan memberikan hukuman fisik pada anaknya. Cara asuh orangtua yang agresif dan kasar tersebut akan membuat anak menjadi kasar dan agresif pula. Menurut Bandura (1989), model yang terpampang dalam keluarga merupakan sarana yang efektif sebagai model bagi anak untuk berperilaku agresif.
     Hasil penelitian Acholte (1991) dalam Monks, Knoers, dan Haditono (2006) menemukan bahwa remaja berusia 15 tahun terlibat perkelahian, mencuri, dan perilaku melanggar hukum lainnya salah satunya karena kesalahan pola asuh. Beberapa contoh kasus lain terkait kenakalan remaja di antaranya tawuran, narkoba, vandalisme, kabur dari rumah, dan pornografi.
     Remaja yang nakal tersebut cenderung berasal dari keluarga yang penuh konflik dan percekcokan, pola asuh orangtua yang salah, serta orangtua yang acuh dan sibuk (Desy Oktaviani, Lukmawati. 2018). Oleh karena itu, keharmonisan dalam keluarga serta pola asuh orangtua yang benar sangat dibutuhkan untuk membentuk anak dengan pribadi yang baik (Hafiz ‘Azim Setyaningrum, 2018).
     Kesimpulannya, pola asuh orangtua serta keharmonisan keluarga sangat berperan penting dalam pembentukan perilaku anak. Diharapkan orangtua tidak lagi memberi hukuman fisik pada anak dan dapat lebih banyak meluangkan waktu untuk anak. Begitu juga untuk para remaja diharapkan harus mengerti mana sesuatu yang baik dan buruk untuk mereka.


Daftar Pustaka :
Desy Oktaviani, Lukmawati. (2018), Keharmonisan Keluarga dan Kenakalan Remaja pada Siswa Kelas 9 MTs Negeri 2 Palembang.

Hafiz ‘Azim Setyaningrum. (2018), Hubungan Konformitas dan Pola Asuh Orangtua dengan Perilaku Tawuran Remaja di Kelurahan Loa Buah Samarinda. Jurnal Psikoborneo . 6 (1) : 82-91.

Sriyanto, Aim Abdulkarim, Asmawi Zainul, Enok Maryani. (2014), Perilaku Asertif dan Kecenderungan Kenakalan Remaja Berdasarkan Pola Asudh dan Peran Media Masa. Jurnal Psikolog. Volume 41, No.1 : 74-88.

Bandura, A. (1989), Social cognitive theory. In R. Vasta (Ed.), Annals of Child Development. Vol. 6. Six Theories of Child Development, 1-60.

Monks, F. J., Knoers, A. M. P., & Haditono, S. R. (2006). Psikologi Perkembangan Pengantar dalam berbagai Bagiannya, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

0 comments:

Post a Comment