8.4.19

Alzheimer


Widuri Mayangsari
1731.0410.1167
Mata Kuliah : Psikologi Abnormal
Dosen Pengampu : Fx. Wahyu Widiantoro S.Psi., M.A



Alzheimer adalah salah satu penyakit saraf otak yang tidak dapat disembuhkan. Penyakit ini merupakan jenis demensia yang menyebabkan masalah dengan ingatan, pemikiran dan perilaku. Gejala biasanya berkembang perlahan dan bertambah buruk dari waktu ke waktu, menjadi cukup parah untuk mengganggu tugas sehari-hari. Dengan kata lain, alzheimer adalah kepikunan yang sangat parah. Kebanyakan orang dengan penyakit Alzheimer, gejala pertama muncul di pertengahan usia 60-an.

Penyakit Alzheimer ini dinamai oleh Dr Alois Alzheimer. Pada tahun 1906, Dr Alzheimer melihat perubahan dalam jaringan otak dari seorang wanita yang telah meninggal karena penyakit mental yang tidak biasa. Gejala yang dialaminya termasuk kehilangan memori, masalah bahasa, dan perilaku tak terduga. Setelah dia meninggal, Dr Alzheimer memeriksa otaknya dan menemukan banyak gumpalan abnormal (sekarang disebut plak amiloid) dan bundel serat kusut, sekarang disebut neurofibrillary (Honestdoc, 2019).

Gejala awal alzheimer berbeda-beda untuk tiap penderitanya, gejala paling umum dari Alzheimer adalah kesulitan mengingat informasi yang baru dipelajari. Akan tetapi sebagian lainnya yang pertama muncul adalah kesulitan mengingat aspek non-memori, seperti masalah pada pengucapan kata-kata, visi tata ruang, dan gangguan penalaran atau penilaian.

Suatu hal yang wajar jika semakin tua seseorang semakin menurun pula kemampuan mengingatnya. Lupa sesekali tidak selalu menunjukkan demensia ataupun alzheimer. Beda alzheimer dengan pikun biasa adalah alzheimer merupakan lupa yang tak wajar, seperti tidak mengenali wajah ataupun nama yang sebelumnya sudah akrab, kesulitan melakukan tugas umum (seperti menggunakan telepon atau jalan pulang ke rumah), atau tidak mampu mengingat informasi baru saja diberikan.

Salah seorang tokoh dunia yang jadi penderita Alzheimer, yaitu mantan Presiden ke-40 Amerika Serikat Ronald Reagen. Dia terkena Alzheimer dan meninggal karena Alzheimer (Windratie, 2015).

Menurut Dr. Tjin Willy (2018), Penyakit Alzheimer bisa dicegah dengan beberapa cara, misalnya: berhenti merokok, menjaga berat badan tetap ideal, mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang, rutin berolahraga.




 
REFERENSI
Honestdoc, 2019, Kenali Alzheimer Dari Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya dalam https://www.honestdocs.id/alzheimer  Diakses 7 april 2019
Willy, Dr. Tjin, 2018, Pengertian Penyakit Alzheimer dalam https://www.alodokter.com/penyakit-alzheimer  Diakses 7 april 2019
Windratie, 2015, Orang Alzheimer, Hilang dari Pergaulan dan Meninggal Perlahan dalam https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150728065939-255-68497/orang-alzheimer-hilang-dari-pergaulan-dan-meninggal-perlahan  Diakses 7 april 2019


0 comments:

Post a Comment