24.4.18

Atasi Pencemaran Sungai Citarum, Pengolahan Limbah Pabrik Disarankan Gunakan Bakteri


Nama : Erlina Indriyani
Nim : 17.310.420.1174
Psikologi Lingkungan

BANDUNG, KOMPAS.com - Pencemaran Sungai Citarum bukan hanya terjadi karena sampah, tetapi juga karena limbah pabrik yang dialirkan langsung ke sungai.  Untuk itu, limbah pabrik seharunya diolah sebelum dibuang agar tidak mencemari lingkungan. Namun, dana untuk pengolahan limbah sendiri tentu tidak murah. Rata-rata pabrik mengeluarkan jutaan rupiah per harinya. Cost yang tinggi kerap menjadi alasan para pemilik perusahaan untuk membangun pengolahan limbah yang representatif. Melalui program Citarum Harum, Komandan Sektor 4 Citarum Harum Kolonel Sutomo menyarakan para pengusaha mengolah limbah menggunakan mikroba. Menurutnya langkah ini dapat menormalisasi Sungai Citarum yang tercemar merkuri dan logam yang dihasilkan dari limbah.


"Untuk menormalisasi tentunya harus ada proses, ada Pak Joko yang menggunakan bakteri ramah lingkungan, maka kita uji coba. Hasilnya nanti kami kirimkan ke pihak berwenang seperti lingkungan hidup dan Polda. Silahkan yang berwenang yang akan tentukan," jelasnya di Makodam III Siliwangi, Kota Bandung,Jumat (23/3/2018).

Menurutnya, pengolahan limbah menggunakan bakteri ini adalah alternatif ramah lingkungan yang ditawarkannya. "Ini alternatif ramah lingkungan, output juga sesuai baku mutu. Ini menawarkan langkah, dipakai atau tidak tergantung yang bersangkutan," ujarnya. Sementara itu Joko Sri Wisnu Murti, Owner Bio alam lestari merupakan perusahaan pengolahan limbah dengan mengunakan mikrobiologi mengatakan, dengan menggunakan mikrobiologi dapat memangkas biaya pengolahan limbah 40 persen dibanding pengelolaan seperti biasanya yang menggunakan kimia. Menurutnya, pengolahan limbah yang menggunakan bahan kimia, pengusaha pabrik seperti tekstil dan lainnya dapat mengeluarkan biaya jutaan rupiah untuk mengolah limbah mereka. Biasanya pengeluaran itu tergantung dari banyaknya limbah yang dikeluarkan.


"Pabrik itu mengeluarkan cost perhari perkiraan Rp 34 juta. Dengan mikrobiologi dipangkas 40 persen dari pengeluaran itu," katanya. Mikrobiologi yang dikeluarkan sendiri merupakan fermentasi dari urine sapi yang diambilnya dari para peternak sapi. Mikrobiologi ini akan mendegradasi polutan yang dihasilkan limbah, di mana dengan mikrobiologi yang dimilikinya limbah yang dikeluarkan terbebas dari serat yang juga merupakan B3. "Mikrobiologi mendegradasi polutan tadi. Untuk hasil akhir kami tak menghasilkan serat," jelasnya.



Kesimpulan      : Dari artikel di atas dapat kita simpulkan bahwa masih ada banyak cara untuk mengatasi limbah pabrik yang dapat mencemari lingkungan dengan biaya yang agak lebih murah. Serta kita bisa terus melestarikan lingkungan sekitar.

Artikel ini telah tayang di 
Kompas.com dengan judul "Atasi Pencemaran Sungai Citarum, Pengolahan Limbah Pabrik Disarankan Gunakan Bakteri", https://regional.kompas.com/read/2018/03/24/10154801/atasi-pencemaran-sungai-citarum-pengolahan-limbah-pabrik-disarankan-gunakan
Penulis : Kontributor Bandung, Agie Permadi
Editor : Dian Maharani

0 comments:

Post a Comment