20.3.18

Psikologi perkembangan remaja


Kata remaja atau sering disebut puber secara morfologi diambil dari bahasa Inggris yaitu puberty yang berasal dari bahasa latin pubertas
yang berarti kedewasaan yang jika dikerucutkan lagi dari kata pubis yaitu bulu kemaluan, Santrock(1998,1999) mendefinisikan pubertas sebagai masa pertumbuhan manusia yang ditandai dengan mulai tumbuhnya bulu-bulu kemaluan, menurut Stanley Hall kategori usia pubertas atau remaja adalah antara usia 12-23 tahun.
Ada 2 faktor yang mempengaruhi perkembangan remaja, yaitu:
1.      Faktor endogen (nature). Perubahan fisik dan psikis dipengaruhi oleh faktor internal yang bersifat herediter (keturunan) misalnya postur tubuh, bakat minat, kecerdasan, kepribadian yang menurun dari orangtuanya.
2.      Faktor exogen (nurture). Perkembangan individu remaja dipengaruhi oleh faktor dari luar individu itu sendiri, antara lain lingkungan fisik dan lingkungan sosial, lingkungan fisik contohnya letak geografis,cuaca,iklim,sarana dan fasilitas, sedangkan lingkungan sosial contohnya adalah keluarga,komunitas teman,lembaga pendidikan dan lain sebagainya.
3.      Faktor Interaksi antara faktor endogen dan exogen. Faktor ini adalah kombinasi antara kedua faktor endogen dan exogen, karena untuk memprediksi perkembangan seseorang tidak bisa hanya dilihat secara parsial melainkan harus secara utuh (holistik, integratif, dan komprehensif).
Masa remaja adalah masa berkembangnya identitas diri (jati diri) yang bakal menjadi dasar bagi masa dewasa. Remaja mulai sibuk dan heboh dengan problem “siapa saya?” (Who am I ?). Terkait dengan hal tersebut remaja juga risau mencari idola-idola dalam hidupnya yang dijadikan tokoh panutan dan kebanggaan. Faktor-faktor penting dalam perkembangan integritas pribadi remaja antara lain:
1.      Pertumbuhan fisik semakin dewasa, membawa konsekuensi untuk berperilaku dewasa pula.
2.      Kematangan seksual berimplikasi kepada dorongan dan emosi-emosi baru.
3.      Munculnya kesadaran terhadap diri dan mengevaluasi kembali obsesi dan cita-citanya.
4.      Kebutuhan interaksi dan persahabatan lebih luas dengan teman sejenis dan lawan jenis.
5.      Munculnya konflik-konflik sebagai akibat masa transisi dari masa anak menuju dewasa. Remaja akhir sudah mulai dapat memahami, mengarahkan, mengembangkan, dan memelihara identitas diri.
Berdasarkan faktor-faktor tersebut maka tugas dari perkembangan remaja adalah sikap dan perilaku dari dirinya sendiri dalam menyikapi lingkungan di sekitarnya. Karena perubahan yang terjadi pada fisik maupun psikologisnya menuntut anak untuk dapat menyesuaikan diri dalam lingkungan dan tantangan hidup yang ada dihadapannya.

.

Daftar pustaka:
1.      Dariyo, Agoes, Psi. 2004. Psikologi Perkembangan Remaja. Ghalia Indonesia

oleh: Widuri Mayangsari 
NIM: 1731.0410.1167
psikologi umum 2

         

0 comments:

Post a Comment