18.3.18

PARADOKS IQ MODEL DICKENS-FLYNN


PARADOKS IQ MODEL DICKENS-FLYNN
SOBAR HIKMAH
173104101172
PSIKOLOGI UMUM 2
     


Paradoks IQ mendapatkan porsi besar dalam skor tes kecerdasan(Flynn,1999).Paradoks IQ adalah meningkatnya skor IQ rata-rata selama abad kedua puluh,ulasan dan analisis efek Flynn dan model Dinckens Flyn(2001) akan dibahas gagasan dasar ini bahwa lingkungan dengan cara turun temurun yang mempengaruhi IQ dan pada gilirannya mempengaruhi lingkungan. Efek Flynn adalah penjelasan Flynn terhadap meningkatnya skor IQ rata-rata selama abad ke dua puluh (Rowe & Rodgers,2002) secara universal diterima bahwa pengetahuan kata (word knowledge) telah muncul secara signifikan pada 20 tahun terakhir dengan sekitar 5 point IQ verbal (Nettelbeck & Wilson, 2004).
        Kecerdasan didefinisikn sebagai sebuah kecakapan mental umum yang mencakup kemampuan nalar,memahami berbagai gagasan kompleks,merencanakan,memecahkan masalah,belajar dengan cepat,berfikir secara abstrak, dan belajar dari pengalaman(Gottfredson,1997).Heritabilitas kecerdasan berkisar dari 4 hingga 8 pada sebuah kala dari 0 sampai 1 sedikit yang diketahui tentang otak yang memiliki kegunakan dalam kecerdasan,sedikit maju karena mampu memanipulasi untuk meningkatkan IQ secara permanen.
      Kecerdasan adalah sebuah refleksi luas mengenai kapabilitas untuk memahami lingkungan seorang dan dalam bentuk ini bisa di ukur (Neisser, dkk., 1996).Test IQ mengukur kecerdasan dan merupakan test yang akurat, bias dipercaya, dan valid dalam psikologi. Dua jenis test kecerdasan kata dan angka, bentuk dan desain kedua test tersebut mengukur hal yang sama dikenal sebagai “faktor g”.
        Model Dickens- Flynn dengan jelas menjelasakan paradoks IQ dan menghubungkan dengan sebuah model rehitabilitas maupun dengan pengaruh lingkungan, model ini besifat rekursif terhadap pertumbuhan IQ yang mana fenotipe dan lingkungan pendukung dikorelasikan. Gagasannya adalah bahwa lingkungan mempengaruhi IQ dan IQ mempengaruhi lingkungan,karakteristik model Dickens-Flynn:Karakteristik pertama dan yang paling penting adalah memberikan pengaruh lingkungan yang besar ketika masih mempertahankan heritabilitas dan mengancu pada lingkungan jarak pendek.
       Karakteristik kedua adalah mempertimbangkan fenomena lain sepanjang sifat pertanyaan mempertemukan diri sendiri dengan sebuah lingkungan, sifat tersebut berjalan seperti model tersebut bahwa pengaruh lingkungan tidak bisa berakumulasi sepanjang waktu.
      Karakteristik ketiga adalah dijelaskan IQ anak tidak menentukan IQ dewasa kerena pengaruh lingkungan dengan berjalannya waktu.
      Model Dickens-Flynn menjadi salah satu penjelasan popular namun sedikit sukar digunakan meskipun teori Flynn mengenai paradoks IQ tampak sesuai namun ada permasalahan teoritis, faktanya hanya memperkenankan bagi IQ memengaruhi berbagai efek lingkungan jangka pendek.Beberapa blunder dari model Dickens-Flynn menjadi penjelasan terbaik tentang meningkatnya IQ sejauh ini .jika dipertimbangkan dengan beberapa perubahan dan eksperimen menjadi teori terbaik dalam menjelaskan paradoks.
Daftar Pustaka:
Cherry,Alexandria K.(2014).Paradoks IQ Terpecahkan?Sebuah Analisis Krisis.Yogyakarta:Katahati.

0 comments:

Post a Comment